Bank Syariah Indonesia telah menyiapkan rencana bisnis untuk 3 tahun ke depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses merger PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) menjadi PT Bank Syariah Indonesia sudah sampai pada tahap penandatanganan akta penggabungan. Bank merger ini telah menyiapkan rencana  bisnis bank (RBB) tiga tahun ke depan. 

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan, dalam RBB 2021-2023 tersebut, pihaknya akan merancang ulang model bisnis bank merger ini. Model dan proses bisnis akan didesign lebih bagus dari yang dimiliki tiga bank sebelum digabung. 

"Dari sisi branding, kami sepakat untuk bangun brand yang tidak terlalu menggambarkan bank ini eksklusif, tetapi lebih inklusif dan universal yang bisa merangkul semua nasabah nasabah, baik milenial maupun non millenial," kata Hery dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/12). 


Bank Syariah Indonesia akan memperkuat bisnis wholesale (korporasi dan komersial) dengan memperkuat yang sudah dimiliki tiga entitas sebelumnya. Dengan permodalan yang makin kuat, Herry bilang, pihaknya akan membangun anchor klien dan bisa menjadi pemimpin dalam pembiayaan sindikasi. Selama ini, masing-masing dari tiga entitas hanya ikut-ikut induk saja dalam menggarap pasar sindikasi. 

Kemudian, bank merger ini akan menggarap value chain dari segmen wholesale mulai principle, distributor, dan subdistributor sehingga bisa memberikan penjumlahan bisnis yang optimal dengan prinsip syariah.

Bank ini juga akan mencoba masuk ke pasar sukuk global pada tahun 2021. Untuk itu, perseroan berencana bikin kantor cabang di Dubai tahun depan.  Dengan begitu, Bank Syariah Indonesia bisa membantu perusahaan Indonesia yang bagus yang berencana menerbitkan sukuk global.  "Kami melihat market sukuk global di timur tengah potensinya besar dan kapasitas ini yang ingin kami bangun di 2021," ujar Hery.

Baca Juga: Ini alasan Kementerian BUMN atas penetapan pejabat bank syariah merger

Di segmen konsumer, bank syariah BUMN ini memperkuat produk unggulan yang  sudah ada saat ini yakni Mitraguna. Produk berbasis payroll ini sudah banyak digunakan oleh Apartur Sipil Negara (ASN). Dengan biaya dana atau cost of fund yang rendah, Hery meyakini bahwa bank merger ini bisa bersaing di bisnis konsumer. Perseroan b isa melakukan pembiayaan pada kepemilikan perumahan dan  kendaraan. 

Di segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), bank ini akan tetap masuk KUR dan mikro. Perseroan akan mengembangkan segmen UMKM ini secara lebih terintegrasi dengan menggarap value chain dari bisnis wholesale.

Di sisi pengembangan digitalisasi, Bank ini akan meningkatkan kemampuan fitur yang sudah ada dan menambah fitur-fitur baru. " Gadai emas atau jual emas akan jadi primadona produk lewat digitalisasi ini karena fitur tersebut  di Bank Syariah Mandiri sudah cukup bagus.  Zakat, infak, dan sedekah juga akan jadi kekuaatan kami dan akan didorong kemampuan fitur yang lebih baik untuk melayani itu," lanjut Hery. 

Bank Syariah Indonesia akan menanta ulang jaringan kantor yang dimiliki dan juga produk-produk layanannya. Saat ini tiga entitas yang bergabung telah memiliki 1.200 cabang. Sebelumnya, Hery menyebut ada sekitar 200 jaringan kantor yang tumpang tindih. 

Produk-produk tiga entitas yang sebelumnya sudah berjalan dengan baik akan dipertahankan dan dibawa ke bank merger.  Sementara yang kurang bagus aakan dilepaskan atau jika masih bisa akan coba digabung dengan produk unggulan yang ada. 

Selanjutnya: Muhammadiyah berniat tarik dana dari bank syariah BUMN hasil merger

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .