Bank syariah janji pangkas imbal hasil pembiayaan



JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan memaksa perbankan memangkas bunga kredit, termasuk perbankan syariah. Sejumlah bankir syariah yang dihubungi KONTAN berencana memotong imbal hasil pembiayaan di semester II nanti.  Penurunan ini sejalan dengan turunnya biaya dana (cost of fund) industri syariah.

Misalnya saja BRI Syariah.  Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani memproyeksikan, imbal hasil pembiayaan bisa menurun sebesar 35 basis poin (bps) hingga akhir tahun. "Hal ini sejalan dengan penurunan BI rate beberapa waktu lalu," ujar Indri kepada KONTAN, Selasa (21/6).

Indri mengatakan, sampai pertengahan Juni 2016 tercatat imbal hasil pembiayaan BRI Syariah telah susut sebesar 184 bps dari awal tahun. Penurunan imbal hasil pembiayaan ini dipicu pemangkasan imbal hasil deposito sebesar 237 bps sejak awal tahun.


BRI Syariah berharap, penurunan imbal hasil pembiayaan bisa mendongkrak pertumbuhan pembiayaan mencapai 19% di sepanjang tahun 2016. Sampai Mei 2016, pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah tercatat 11,49% ketimbang tahun lalu. Pengguntingan imbal hasil pembiayaan juga diperkirakan bisa meredam rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang dipatok tidak lebih dari 3% di pengujung tahun.

BNI Syariah punya rencana sama. Proyeksi anak usaha Bank Negara Indonesia (BNI) ini, besaran penurunan imbal hasil pembiayaan akan sama seperti penurunan BI rate atau terpangkas 25 bps.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, imbal hasil pembiayaan BNI Syariah sudah menurun sebesar 50 bps-100 bps pada periode Januari hingga akhir Mei 2016. "Tapi, memang sampai akhir tahun diperkirakan belum mencapai single digit," ujar Imam kepada KONTAN.

Sektor yang imbal hasil pembiayaan diturunkan antara lan pembiayaan konsumer dan ritel. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), imbal hasil pembiayaan skema bagi hasil turun 27 bps ke 11,82%. Sementara imbal hasil deposito iB Mudharabah turun 99 bps ke kisaran 6,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia