Bank syariah memburu pendanaan untuk modal



KONTAN.CO.ID - Sejumlah bank syariah yang dihubungi KONTAN mengatakan sampai saat ini posisi rasio kecukupan modal masih terbilang stabil. Hanya saja memang ada beberapa bank yang memiliki CAR cukup rendah. Ambil contoh PT Bank BCA Syariah yang menyebut sampai dengan Juli 2017 posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan berada di level 33%. "CAR BCA Syariah masih sangat memadai untuk mendukung perkembangan bisnis ke depan," ujar Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih kepada KONTAN, Kamis (28/9). Melihat CAR yang cukup tebal, John menambahkan pihaknya belum berencana untuk meminta penambahan modal dari induk yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Adapun, saat ini BCA Syariah memiliki total modal berada di kisaran Rp 1,15 triliun. John pun optimistis jumlah tersebut masih cukup untuk mendorong ekspansi perseroan selama 2 tahun ke depan. Sementara itu, PT Bank BRI Syariah juga menyatakan posisi CAR perseroan sampai dengan Agustus sebesar 20,92%. Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani jumlah tersebut masih cukup hanya saja pihaknya memang berencana untuk menambah modal dalam jangka menengah "Dalam beberapa tahun ke depan BRI Syariah akan berupaya untuk adanya penambahan modal baik melalui penambahan setoran dari pemegang saham atau corporate action," ungkapnya. Adapun, untuk langka aksi korporasi, bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini mengincar perolehan dana sekitar Rp 500 miliar. Nantinya, dana tersebut akan dipakai untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Hanya saja, Indri belum dapat memastikan kapan pihaknya akan mencari penambahan modal. Sebelumnya, Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso mengatakan pihaknya juga telah meminta penambahan modal kepada induk sebesar Rp 500 miliar. Selain itu, PT Bank BNI Syariah mengungkapkan posisi CAR perseroan per Agustus 2017 berada di level 14,7%. Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan pihaknya tengah merencanakan penambahan modal dari induk. Menurutnya saat ini hal tersebut masih dalam proses. "Equity saat ini Rp 2,7 triliun. Semoga akhir tahun ini bisa direalisasi (penambahan modal)," ujarnya. Sayang, Dhias belum dapat menyebut berapa rencana penambahan modal BNI Syariah dari induk tersebut.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina