Bank Syariah Nasional Bidik Pembiayaan Cicil Emas Capai Rp 600 Miliar di 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat pertumbuhan signifikan pada produk pembiayaan BSN Cicil Emas. 

Hingga akhir Mei 2026, outstanding pembiayaan emas BSN mencapai Rp 140 miliar, melonjak sekitar 4.000% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar Rp 3,5 miliar.


Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen investasi emas masih cukup tinggi, meski tren pertumbuhan mulai melandai memasuki kuartal II-2026.

"Memang tren pertumbuhan mulai melandai sejak kuartal II. Namun, kami terus melakukan berbagai inisiatif dan terobosan dengan meluncurkan program-program BSN Cicil Emas yang menarik. Produk cicil emas tetap menjadi salah satu produk champion BSN," ujar Yut Penta kepada Kontan, belum lama ini.

Baca Juga: Bank Syariah Menangkap Peluang Bisnis Emas di Tengah Fluktuasi Harga

Ia mengungkapkan, strategi pengembangan produk ke depan bakal difokuskan pada penguatan ekosistem yang dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan. 

Pasalnya, pihaknya melihat pendekatan berbasis ekosistem mampu memperluas jangkauan nasabah sekaligus meningkatkan penetrasi produk cicil emas.

Di tengah prospek yang masih positif, BSN tetap mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja pembiayaan cicil emas sepanjang tahun ini.

Beberapa di antaranya yakni pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, hingga tingkat persaingan dengan pelaku industri lain.

Baca Juga: Bank BSN Salurkan Pembiayaan Modal Kerja Rp 1,4 Triliun Kepada PT Pegadaian

"Kami terus memonitor berbagai faktor eksternal tersebut karena dapat memengaruhi minat masyarakat dalam berinvestasi emas maupun kemampuan pembiayaan nasabah," jelasnya.

Dengan berbagai strategi yang dijalankan, BSN optimistis pembiayaan cicil emas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar hingga akhir tahun. Bank menargetkan outstanding pembiayaan BSN Cicil Emas dapat mencapai kisaran Rp 500–600 miliar pada akhir 2026.

Seiring tingginya minat masyarakat terhadap aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global, bank melihat produk cicil emas masih berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan ritel syariah pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News