Bank Tawarkan Produk Paylater dengan Bunga Mirip Kartu Kredit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan terus mengoptimalkan bisnis pay later di tengah semakin mengeliatnya konsumsi masyarakat. Selain menggandeng e-commerce, bank menawarkan bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan pay later yang dijalankan oleh fintech peer to peer (P2P) lending. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menawarkan bunga 1,75% sesuai dengan kebijakan suku bunga kartu kredit dari Bank Indonesia (BI). Dalam menggarap bisnis PayLater, BRI merilis kartu kredit Traveloka Paylater. 

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan pertumbuhan penyaluran jumlah kartu kredit Traveloka Paylater meningkat 27% secara yoy per Juli 2022. Seiring dengan pertumbuhan volume transaksi pada bulan Juli 2022 sebesar 25% secara yoy. 


Baca Juga: Dinilai Punya Risiko Besar, Begini Tanggapan Pemain Paylater

“Hal tersebut didukung dengan promo-promo menarik, salah satunya program BRI Online Travel Fair di Traveloka yang diadakan pada bulan Mei 2022. Saat ini BRI sudah bekerjasama dengan salah satu e-commerce, yaitu Tokopedia dengan meluncurkan kartu kredit Co-brand Tokopedia Card yang launching pada tanggal 4 Juni 2022,” ujar Aestika kepada Kontan.co.id, Senin (15/8). 

Ke depan BRI terus membuka peluang untuk berkolaborasi dengan e commerce lain untuk mendorong kinerja bisnis kartu kredit BRI. Ia menyatakan BRI akan terus meningkatkan portofolio kartu kredit Traveloka Paylater ke segmen yang tepat melalui promo-promo menarik dengan fokus pada promo penerbangan tiket pesawat dan hotel. 

“Kami optimistis prospek penyaluran kartu kredit Traveloka Paylater tahun 2022 dapat tumbuh double digit jika dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.

Pemain fintech p2p lending fokus paylater, Akulaku, menyebut bunga yang dikenakan kepada nasabah mulai dari 0% hingga 3%, tergantung program cicilan yang diambil. Sementara, Maupaylater menerapkan bunga dan biaya sekitar 4% per bulan, jika ada transaksi. 

Meskipun dikenal tinggi, Presiden Direktur Akulaku Efrinal Sinaga pun mengatakan bahwa selama ini bunga tersebut tidak terlalu mempengaruhi minat pengguna. Menurutnya, selama angsuran per bulan dapat terpenuhi, nasabah tetap memakai paylater. 

“Kalau penghasilan bulanannya Rp 4 juta dan angsuran per bulan hanya Rp 350.000 ya ringan,” ujarnya. 

Hal tersebut terbukti dengan pembiayaan bulanan yang rata-rata per bulannya naik sekitar 25% dari tahun lalu. Saat ini, rata-rata pembiayaan di Akulaku per bulannya bisa menyentuh Rp 1 triliun. 

“Pengguna pun saat ini sudah lebih dari 7 juta, meningkat lebih 20%,” imbuhnya.

Baca Juga: Belanja Online Makin Mudah, Pengguna Paylater Membludak

Sejatinya, berutang dengan bunga rendah bisa didapatkan jika menggunakan kartu kredit dengan rata-rata bunga di bawah 2%. Meskipun, untuk bisa memiliki kartu kredit tidak semudah ketika mendaftar paylater.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menyatakan fintech menjadi ancaman bagi bisnis bank. Selain karena teknologi dan fleksibilitas, fintech sangat inovatif dan cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis. 

“Terkait nasabah lebih memilih fintech meski dengan biaya lebih mahal karena proses cepat dan tidak ribet. Juga, persyaratan juga lebih longgar dan disbursement atau pencairan juga lebih cepat,” paparnya. 

Oleh sebab itu, bank harus terus melakukan transformasi proses digital bisnis agar bisa memberikan proses yang lebih cepat. Sehingga, bisnis lebih efisiensi dan biaya terus turun menjadikan produk kredit yang lebih murah lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi