Bank Wall Street Atur Strategi Hadapi Donald Trump Usai Berbagai Serangan Trump



KONTAN.CO.ID - NEW YORK/WASHINGTON. Gugatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap JPMorgan Chase (JPM) dan CEO-nya Jamie Dimon menyoroti konflik yang sarat dengan muatan politik. Dalam langkahnya yang paling konfrontatif terhadap Wall Street, Trump mengajukan gugatan senilai US$ 5 miliar terhadap JPMorgan.

Trump menuduh JPMorgan dan Dimon menutup beberapa rekening miliknya dan perusahaannya dengan alasan politik. Trump telah lama mengklaim bahwa bank-bank Wall Street telah berupaya untuk mengasingkan dirinya dan kaum konservatif lainnya. Tuduhan ini telah dibantah oleh JPMorgan dan bank-bank lainnya.

Langkah ini makin mempertegas bagaimana lembaga keuangan besar, yang diharapkan menjadi pemenang utama dari agenda deregulasi Trump yang luas, semakin menghadapi kebijakan yang tidak dapat diprediksi.


Baca Juga: India Siap Turunkan Tarif Impor Mobil Eropa dari 110% Jadi Sebesar 40%

Bahkan kebijakan yang hadir terkadang bermusuhan dan dapat merusak reputasi bank, berpotensi memengaruhi bisnis, dan memaksa bank memikirkan kembali strategi lobi di Washington.

"Industri bank mengalami kekalahan sama banyaknya dengan kemenangan yang mereka dapatkan dalam isu-isu besar. Tekanan yang terus menerus serta sifat acak dari perkembangan tersebut telah memakan korban," kata Todd Baker, seorang peneliti senior di Universitas Columbia, seperti dikutip Reuters, Minggu (25/1/2026).

Gugatan Trump ini menyusul ancamannya membatasi suku bunga kartu kredit konsumen di level 10%. Dimon menilai, rencana ini akan menjadi bencana ekonomi. Di sisi lain, Trump mempermudah perusahaan fintech, perusahaan kripto, dan beberapa perusahaan untuk bersaing langsung dengan bank tradisional.

Baca Juga: Wall Street Naik Tajam Pasca Komentar Trump tentang China, Saham Broadcom Melonjak

"Pemerintahan Trump memberikan hasil dengan memperkuat pasar keuangan dan memangkas birokrasi yang tidak perlu untuk mempercepat pertumbuhan," kata Kush Desai, juru bicara Gedung Putih.

JPMorgan menolak berkomentar. Setelah gugatan dari Trump terungkap, JPMorgan menegaskan gugatan tersebut tidak memiliki dasar. “Kami menghormati hak Presiden untuk menggugat kami dan hak kami untuk membela diri. JPMC tidak menutup rekening karena alasan politik atau agama," ujar pihak JPMorgan.

Trump juga mengincar bank lain. Organisasi Trump menggugat perusahaan kartu kredit Capital One, dengan tuduhan bahwa bank tersebut menutup rekeningnya karena alasan politik.

Baca Juga: Militer Menang di Pemilu Myanmar, Tolak Tudingan Manipulasi Suara

Trump juga mengkritik CEO Bank of America (BAC) Brian Moynihan atas kebijakan debanking alias penghapusan rekening bank. Trump mengatakan kepada CNBC Agustus lalu, bank tersebut menolak untuk memberikan rekening kepada Trump.

Bank-bank besar secara konsisten mengatakan mereka tidak menolak pelanggan berdasarkan alasan politik atau keyakinan lainnya. Trump juga tahun lalu menyerang CEO Goldman Sachs David Solomon, atas sikap pesimistis bank tersebut terhadap tarif.

Bank of America dan Goldman menolak berkomentar. Capital One tidak segera memberikan komentar.

Baca Juga: Sejumlah Perbankan Atur Strategi Antisipasi Lonjakan Transaksi di Periode Nataru

"Bank-bank mungkin akan lebih berhati-hati ke depannya setelah melihat reaksi ini, karena mereka tidak lagi hanya terancam oleh pembalasan regulasi, tetapi juga tuntutan hukum," kata Nicholas Anthony, seorang analis kebijakan di lembaga think tank Washington, Cato Institute.

Kini, bank-bank Wall Street mencoba memperluas lobi mereka di Washington. Mereka mempekerjakan pelobi yang dekat dengan Gedung Putih.

Delapan bank terbesar tercatat meningkatkan belanja lobi gabungan mereka hampir 40% menjadi US$ 12 juta pada kuartal IV-2025, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.

Bank-bank tersebut melobi Kongres, Gedung Putih, dan lembaga federal lainnya mengenai berbagai isu, mulai dari biaya gesek kartu kredit hingga legislasi kripto.

Selanjutnya: PalmCo Perkuat Modernisasi dan Digitalisasi Perkebunan

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh