Jakarta. Beberapa bank menargetkan pertumbuhan bisnis kredit pemilikan rumah / KPR dobel digit sampai akhir kuartal 3 2016. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor relaksasi Loan to Value (LTV) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. PT Bank Negara Indonesia Tbk misalnya, sampai kuartal 3 2016 diharapkan mencapai pertumbuhan KPR bisa mendekati dobel digit. “Sedangkan sampai posisi Juli 2016 kami sudah mencatatkan pertumbuhan KPR mencapai 7% yoy,” ujar Direktur Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, kepada KONTAN, Selasa, (30/8). Sebagai informasi, sampai semester 1 2016, tercatat pertumbuhan bisnis KPR BNI menyumbang kredit kosumer terbesar yaitu mencapai 10% dari total kredit konsumer BBNI. Sampai Juni 2016 tercatat pertumbuhan bisnis KPR BNI sebesar 7,5% yoy menjadi Rp 35,5 triliun.
Bankir bidik pertumbuhan KPR dobel digit
Jakarta. Beberapa bank menargetkan pertumbuhan bisnis kredit pemilikan rumah / KPR dobel digit sampai akhir kuartal 3 2016. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor relaksasi Loan to Value (LTV) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. PT Bank Negara Indonesia Tbk misalnya, sampai kuartal 3 2016 diharapkan mencapai pertumbuhan KPR bisa mendekati dobel digit. “Sedangkan sampai posisi Juli 2016 kami sudah mencatatkan pertumbuhan KPR mencapai 7% yoy,” ujar Direktur Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, kepada KONTAN, Selasa, (30/8). Sebagai informasi, sampai semester 1 2016, tercatat pertumbuhan bisnis KPR BNI menyumbang kredit kosumer terbesar yaitu mencapai 10% dari total kredit konsumer BBNI. Sampai Juni 2016 tercatat pertumbuhan bisnis KPR BNI sebesar 7,5% yoy menjadi Rp 35,5 triliun.