Bankir: Likuiditas melonggar di semester 2



KONTAN.CO.ID - Sejumlah bankir memproyeksi likuiditas perbankan semester kedua 2017 akan semakin longgar. Apalagi beberapa indikator seperti suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) overnight juga sudah mulai turun.

Penurunan PUAB overnight ini menyesuaikan dengan penurunan bunga acuan 7-DRR rate. Selain itu Bank Indonesia (BI) juga merevisi target pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8%-10%.

Hal ini semakin meyakini bahwa likuiditas perbankan akan semakin longgar. Panji Irawan, Direktur Treasury dan Internasional PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bilang, saat ini, likuiditas perbankan masih sangat cukup. "Likuiditas industri perbankan masih sangat bagus," ujarnya, Jumat (25/8).


Terkait penurunan bunga PUAB overnight, menurut Panji, selain karena penyesuaian turunnya bunga acuan BI, juga karena likuiditas yang semakin melonggar.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyebut, likuditas perbankan saat ini semakin bagus. "Sampai akhir tahun likuiditas perbankan akan banyak dipengaruhi oleh penarikan kredit infrastruktur," tuturnya, Jumat (25/8).

Senada, Hexana Trisasongko SEVP Tresury dan Layanan Global PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bilang, akhir pekan lalu, kondisi likuiditas perbankan cukup bagus. "Total PUAB overnight turun dari level 4,25%-4,3%," katanya, Jumat (25/8).

Taswin Zakaria Presiden Direktur Maybank Indonesia bilang saat ini kondisi likuiditas perbankan cukup baik. "Permintaan kredit yang masih lemah juga membantu (likuiditas)," ujarnya.

Saat ini, BNI mencatat transaksi PUAB overnight secara rata-rata sebesar lebih dari Rp 5 triliun sampai Rp 7 triliun. BCA juga mencatat per hari rata-rata transaksi PUAB sebesar Rp 3 triliun sampai Rp 5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini