Bankir masih pikir-pikir turunkan bunga deposito



JAKARTA. Para bankir masih berpikir untuk memangkas bunga deposito. Pasalnya, setiap bank memiliki sumber dana yang berbeda sehingga tak semua bank dapat menurunkan tingkat bunga deposito meskipun likuiditas ada. Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Haru Koesmahargyo mengatakan, untuk penurunan bunga deposito perlu melihat likuiditas karena sumber dana cenderung ketat ditandai loan to deposit ratio (LDR) yang tinggi. “Bunga lembaga penjamin simpanan (LPS) tentu akan menjadi pedoman, khususnya untuk penjaminan,” kata Haru, Minggu (12/6). Sependapat, Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi mengatakan, secara umum memang ada peluang untuk memangkas bunga deposito tetapi bisa bisa serta merta dan bertahap karena bank perlu melihat likuiditas. Informasi saja, Direktur Grup Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto mengatakan, ada ruang untuk menggunting bunga deposito sekitar 20 bps-25 bps untuk bunga pasar, dan 25 bps-30 bps untuk bunga spesial (special rate).

“Bank dapat menurunkan bunga deposito di semester II-2016,” ucap Doddy. LPS mencatat, per Juni 2016 suku bunga deposito rupiah untuk bunga spesial sebesar 7,62%, bunga deposito minimal 5,52% dan bunga deposito pasar 6,57%. Sedangkan, suku bunga deposito valuta asing (valas) untuk bunga spesial 0,62%, bunga deposito minimal 0,28% dan bunga deposito pasar 0,45%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News