Bantah Borong Gabah Petani, Bulog: Kami Beli yang Tersisa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog membantah anggapan bahwa penyerapan gabah oleh pemerintah melalui Bulog membuat pasokan gabah bagi pengusaha penggilingan berkurang. 

Bulog menegaskan, pembelian gabah dalam skema penugasan pemerintah dilakukan sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Direktur Utama Bulog, Ahmd Rizal Ramdhani, mengatakan Bulog tidak membeli gabah dengan harga di atas HPP tersebut dalam skema penugasan pemerintah. 


Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi di Istana Merdeka

Oleh karena itu, Bulog mengutamakan gabah yang belum terserap oleh pengusaha atau pelaku usaha lainnya.

“Jadi kalau di atas Rp 6.500, enggak boleh. Jadi kita beli yang sisa-sisanya saja. Jadi jangan miskomunikasi, kadang-kadang katanya Bulog ngambil semuanya,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2026).

Rizal menjelaskan, Bulog berperan sebagai pembeli terakhir untuk menyerap gabah yang belum dibeli oleh pengusaha. Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani dan harga beras di tingkat konsumen.

“Bulog itu malah sebagai jaga gawang. Penjaga gawang, mana yang paling, yang enggak dibeli lagi oleh para pengusaha, baru terakhir dibeli oleh Bulog yang paling murah dengan harga Rp 6.500,” jelasnya.

Di tengah harga gabah yang tinggi di sejumlah daerah, Bulog menyatakan tetap berpegang pada ketentuan HPP dalam menjalankan penugasan penyerapan. 

Baca Juga: Pemulihan Bencana Sumatra, 20.770 Huntara Rampung dan Jalan Nasional Pulih 100%

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri ketika harga gabah di pasar berada di atas harga pembelian yang ditetapkan pemerintah.

Rizal menambahkan, langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga harga beras medium agar tetap sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET). Bulog menargetkan harga beras medium tetap di bawah Rp 12.500 per kilogram.

“Nah ini yang kami lakukan supaya tetap menjaga harga HPP itu di atas Rp 6.500 dan HET-nya di bawah Rp 12.500,” terang Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News