Banteng Wulung dibidik jadi spot wisata finansial



JAKARTA. Indonesia bakal memiliki spot wisata finansial. Hal ini menyusul rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meresmikan Banteng Wulung, patung banteng yang menandakan tren kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Patung banteng akan diletakkan di sisi utara halaman BEI. Sehingga, Banteng Wulung itu bisa dilihat dari arah Pacific Place hingga sebagian sisi Jalan Jendral Sudirman.

Sepintas, keberadaan patung ini mengingatkan dengan patung serupa, Charging Bull yang ikonik di Wall Street, Amerika Serikat sana. 


The Charging Bull hingga saat ini masih menjadi salah satu spot wisatawan untuk berfoto ria. Bahkan, muncul mitos jika orang yang mengelus bagian banteng seperti tanduk akan memperoleh keberuntungan finansial.

Lantas, benarkan mitos serupa bakal menghampiri Banteng Wulung, si banteng hitam legam seberat 7 ton itu?

Entah, ini tergantung kepercayaan masing-masing.

Tapi, menjadikannya salah satu destinasi wisata baru, merupakan cita-cita Direktur Utama BEI Tito Sulistyo. "Mudah-mudahan juga akan menjadi salah satu tourist destination," ujarnya belum lama ini.

Kehadiran Banteng Wulung diharapkan menjadi media memperkenalkan pasar modal lokal. Sebab, sejak diturunkannya Banteng Wulung dari truk hingga ke titik pemasangannya, banyak publik yang melihat.

Berdasarkan pengamatan KONTAN, bahkan publik, terutama yang masih awam dengan pasar modal pun bertanya, kenapa, kok, banteng?

Nah, sedikit cerita, banteng selalu menyeruduk lawannya dengan posisi kepala yang bergerak dari arah bawah lalu ke atas. Hal ini menunjukan kondisi pergerakan indeks yang sedang naik. Makanya, saat IHSG sedang naik disebutnya bullish.

Pelaku pasar juga memiliki harapan yang sama. 

"Semoga, makin banyak yang melihat, apalagi jika MRT nanti jadi, Banteng Wulung bisa dilihat dari atas," ujar David Sutyanto, analis First Asia Capital, Jumat (28/7). Dia mengapresiasi langkah BEI untuk membuat pasar modal lokal semakin terkenal di mata masyarakat.

Si Wulung ini akan terbuat dari kayu fosil. Usianya disebut-sebut mencapai ratusan tahun.

Tapi, ada sedikit catatan. Dari sisi samping dan belakang, banteng itu tampak gagah. Namun dari sisi depan dan angle tertentu, kegagahan banteng itu sedikit berkurang.

Tapi, ini baru secuil foto yang diperoleh. Sebab, sebagian besar patung itu masih ditutupi semacam terpal. Kabarnya, finishing lanjutan juga masih akan dilanjutkan sebelum Banteng Wulung benar-benar diresmikan.

Banteng Wulung baru akan diresmikan pada 13 Agustus 2017 oleh Presiden Joko Widodo. Pihak bursa juga akan mengundang Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Sayang, Tito enggan memberikan detil harga Banteng Wulung. Namun, ia memastikan harganya dibawah Rp 1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia