KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bantuan untuk korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus disalurkan. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi NTT untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diserahkan melalui Askrindo Cabang Kupang dan mencakup kebutuhan dasar, seperti obat-obatan, bahan pangan, perlengkapan sanitasi serta kebutuhan bayi.
Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons perusahaan terhadap kondisi masyarakat setelah gempa.
Baca Juga: BNPB Perkuat Penanganan Pengungsi Gempa M 7,7 NTT, Tenda dan Dapur Umum Disiapkan “Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita di Flores tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa sulit pascabencana,” ujarnya seperti dikutip dari
Kompas.com Senin (18/8/2026). Melalui program ini, Askrindo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai mitra yang berperan aktif dalam mendukung pemulihan sosial, pembangunan sumber daya manusia, dan ketahanan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. “Askrindo akan terus berkoordinasi secara intensif dengan BNPB Provinsi NTT guna memastikan seluruh bantuan dapat tersalurkan secara aman, cepat, dan tepat sasaran,” tutup Fankar. Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan pangan bagi masyarakat terdampak terus dikirim. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk bantuan pangan, terutama beras dan minyak goreng. Menurut Amran, dana tersebut bersumber dari APBN dan berasal dari alokasi anggaran untuk penanganan bencana. Sejak gempa terjadi, Bapanas juga telah menginstruksikan Perum Bulog untuk segera mengirimkan beras ke wilayah terdampak, sementara proses administrasi dilakukan menyusul.
Baca Juga: Belanja Perpajakan 2027 Tembus Rp 632 Triliun, Naik 9,6% Penyaluran bantuan dilakukan di tengah dampak gempa yang cukup besar. BNPB mencatat hingga 17 Agustus 2026, korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 68 orang, sementara 213 orang mengalami luka-luka.
Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten, yakni 26 orang di Manggarai, 24 orang di Manggarai Timur, delapan orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, serta masing-masing dua orang di Ende, Manggarai Barat dan Ngada. BNPB menyatakan data tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut memicu tsunami di sejumlah wilayah dan diikuti ribuan gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News