KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dan organisasi kemanusiaan dari berbagai negara mulai mengirimkan bantuan ke Venezuela setelah dua gempa bumi kuat mengguncang negara tersebut pada Rabu (25/6/2026). Bencana itu telah menewaskan sedikitnya 188 orang, melukai lebih dari 1.500 orang, dan diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah. Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi secara beruntun sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Caracas. Gempa menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 250 bangunan dan membuat sekitar 200 orang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Fokus utama bantuan internasional saat ini adalah mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan korban.
Baca Juga: BMKG: Terjadi 93 Gempa Susulan Usai Gempa Sulut-Malut Kantor Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tengah mengoordinasikan pengerahan tim pencarian dan penyelamatan perkotaan dari berbagai negara. Kepala bantuan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menegaskan bahwa beberapa hari ke depan akan membutuhkan upaya besar secara kolektif untuk mendukung respons pemerintah Venezuela dan membantu masyarakat terdampak. Menurut Fletcher, sekitar 8 juta warga Venezuela sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan sebelum gempa terjadi. Bencana ini dikhawatirkan akan memperburuk kondisi mereka. Dari Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan tim pencarian dan penyelamatan telah diberangkatkan dari Virginia dan Los Angeles. Washington juga menyiapkan tambahan personel jika diperlukan. “Yang paling dibutuhkan saat ini adalah operasi pencarian dan penyelamatan,” kata Rubio. Dukungan juga datang dari Vatikan. Paus Leo XIV mengirimkan dana bantuan darurat sebesar 100.000 euro atau sekitar US$114.000 dari dana amal Vatikan untuk membantu korban gempa.
Baca Juga: Trump Klaim AS Ambil Alih Sementara Venezuela Usai Penangkapan Nicolas Maduro Organisasi kemanusiaan World Central Kitchen yang didirikan koki Jose Andres telah mulai mendistribusikan makanan di Caracas. Selain itu, Longer Tables Fund milik Andres mengalokasikan bantuan senilai US$1 juta untuk mendukung penanganan bencana. Di kawasan Amerika Latin, Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan kesiapan mengirim 300 petugas penyelamat dan paramedis, serta 50 ton perlengkapan medis ke Venezuela. Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengungkapkan tim penyelamat dan tenaga medis telah diberangkatkan ke Venezuela pada Kamis (26/6). Pemerintah Meksiko juga akan mengevaluasi kemungkinan pengiriman bantuan tambahan. Dari Eropa, Spanyol mengirim pesawat militer yang membawa 57 personel tim pencarian dan penyelamatan serta 40 petugas pemadam kebakaran dari wilayah Madrid. Badan pembangunan Spanyol juga berencana mendirikan rumah sakit lapangan di Venezuela.
Italia turut mengerahkan bantuan melalui Badan Perlindungan Sipil yang mengirim tim pendahulu untuk mempersiapkan kedatangan tim penyelamat berikutnya.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Bangunan Bergoyang di Taipei Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan petugas pemadam kebakaran, kementerian pertahanan, dan angkatan udara telah dimobilisasi untuk membantu operasi kemanusiaan. Dengan ratusan korban masih hilang dan banyak warga kehilangan tempat tinggal, bantuan internasional diperkirakan akan terus berdatangan dalam beberapa hari mendatang guna mempercepat evakuasi dan pemulihan pascagempa di Venezuela.