Bantuan Kemanusiaan ke Palestina, TNI Siapkan 1 Pesawat Super Hercules



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. TNI menyiapkan satu pesawat angkut milik TNI AU, Super Hercules C-130J untuk mengangkut bantuan kemanusiaan lewat udara kepada korban konflik di Jalur Gaza, Palestina.

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen Gabriel Lema memimpin pemeriksaan kesiapan operasi apel kesiapan pengiriman bantuan di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga: Malaysia Dukung Resolusi DK PBB 2728, Minta Bantuan Kemanusiaan Gaza Dibuka Lebar


Dalam sambutannya, Gabriel Lema mengatakan bahwa konflik yang memakan waktu yang cukup lama dengan segala dinamikanya, membuat seluruh dunia menemukan titik sentral dalam rangka keterlibatan bersifat manusiawi atau kemanusiaan.

“Indonesia akan mengirimkan bantuan payung udara orang (PUO) dan payung udara barang (PUB) sejumlah 900 buah ke Yordania guna menyalurkan bantuan ke Palestina melalui metode air drop,” tulis keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Selasa.

Misi kemanusiaan itu diproyeksikan memakan waktu 10 hari, dan dikomandani Kolonel (Pnb) Noto Casnoto yang merupakan Danwing 1 Lanud Halim Perdanakusuma.

Adapun rute penerbangan pesawat antara lain Halim-Aceh-Myanmar-India-Uni Emirat Arab-Yordania dan juga rute yang sama untuk kembali.

Pemerintah Indonesia mempertimbangkan pengiriman bantuan untuk masyarakat Gaza, Palestina, menggunakan jalur udara atau air drop.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, wacana ini mengemuka karena distribusi bantuan via jalur darat menemui banyak hambatan.

Baca Juga: MER-C Buka Lowongan Relawan Medis untuk Berangkat ke Gaza, Berikut Syaratnya

"Oleh karena itu, kita juga mencari jalan bantuan melalui jalur non-darat. Di dalam kaitan ini pemerintah Indonesia diajak bicara oleh pemerintah Yordania untuk diajak bersama-sama untuk membantu Palestina melalui udara, melalui air drop," kata Retno di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Selasa.

Retno mengungkapkan, ada banyak kendala yang dialami apabila bantuan disalurkan melalui darat, mulai dari proses pengecekan yang berbelit-belit hingga mengalami serangan.

Sementara itu, menurut Retno, bantuan melalui udara bisa disalurkan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, termasuk wilayah utara Gaza.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI Siapkan 1 Pesawat Super Hercules untuk Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Palestina"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto