Bantuan mulai mengalir ke pengungsi Gunung Agung



KONTAN.CO.ID - Status Gunung Agung di Karangasem, Bali meningkat menjadi awas. Warga yang berada di radius 9 kilometer dari kawah harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Arus pengungsi pun terus berdatangan ke sejumlah lokasi pengungsian yang disiapkan antara lain di Lapangan Memed, Lapangan Singarata, dan Lapangan Putung, Kabupaten Karangasem.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan beserta Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei dan rombongan sempat meninjau posko bantuan tersebut sambil menyalurkan bantuan. 

Kementerian ESDM menyalurkan seperti bahan pangan, pakaian, fasilitas MCK, masker, serta uang tunai. Bantuan-bantuan tersebut akan didistribusikan di posko-posko pengungsian di enam lokasi yang sudah disediakan pemerintah.


Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa memprediksi ada sekitar 64.000 orang dievakuasi dari wilayah dalam radius aman 9 km dan perluasan 12 km. 

Sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, pengungsi dari Desa Selat dan Desa Amarta Buana bakal ditempatkan di Lapangan Mamed, pengungsi dari Desa Sebudi dan Besakih ditempatkan di Lapangan Singarata, pengungsi dari Desa Peringsari. Dan Desa Jungutan dievakuasi di Lapangan Putung, dan pengungsi dari Desa Buana Giri dievakuasi di Lapangan Nyuh Tebel.

Sementara warga Desa Ban akan ditempatkan di Banjar Penggak Rajeng, Terminal Pura Ayu, dan Wisata Tirta. Dan pengungsi dari Desa Batu Ringgit serta Sukadana dievakuasi di Banjar Bias. "Sedangkan warga dari Desa Kubu diungsikan ke Tista Gede, pengungsi dari Desa Dukuh ditempatkan di Lapangan Abang, dan terakhir Lapangan Ki Kopang Seraya untuk pengungsi dari Desa Tulamben," ujar I Wayan dalam keterangan tertulis pada Sabtu (23/9).

Selain itu, Pertamina lewat Pertamina Peduli ikut menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. GM Pertamina MOR V, Herman M Zaini dalam siaran pers, Sabtu (23/9) mengatakan, bantuan yang diberikan diantaranya selimut, obat obatan, paket sembako, perlengkapan dapur umum berupa kompor dan tabung gas dan pembangunan sarana MCK di tempat pengungsian Manggis, senilai Rp 165 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini