Jakarta. Dua tahun sudah Andi Amran Sulaiman menjabat Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja, sejak dilantik pada 27 Oktober 2014. Sejumlah catatan plus dan minus mengiringi hasil kerja pria asal Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini. Mulai dari urusan basis data pangan dan pertanian, hingga program swasembada pangan. Winarno Tohir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menilai, upaya Amran menghelat perbaikan saluran irigasi memang mulai tampak hasilnya. Hitungan dia, dari target 3 juta hektare irigasi yang harus diperbaiki, kini 52% irigasi yang rusak parah sudah kembali normal. Dia juga mengapresiasi upaya perbaikan sarana pertanian yang diwujudkan dalam bentuk bagi-bagi alat dan mesin pertanian. Alhasil, "Dalam dua tahun ini, petani menikmati kenaikan harga komoditas seperti beras dan jagung," ujar Winarno.
Banyak catatan mengiringi Menteri Amran
Jakarta. Dua tahun sudah Andi Amran Sulaiman menjabat Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja, sejak dilantik pada 27 Oktober 2014. Sejumlah catatan plus dan minus mengiringi hasil kerja pria asal Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini. Mulai dari urusan basis data pangan dan pertanian, hingga program swasembada pangan. Winarno Tohir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menilai, upaya Amran menghelat perbaikan saluran irigasi memang mulai tampak hasilnya. Hitungan dia, dari target 3 juta hektare irigasi yang harus diperbaiki, kini 52% irigasi yang rusak parah sudah kembali normal. Dia juga mengapresiasi upaya perbaikan sarana pertanian yang diwujudkan dalam bentuk bagi-bagi alat dan mesin pertanian. Alhasil, "Dalam dua tahun ini, petani menikmati kenaikan harga komoditas seperti beras dan jagung," ujar Winarno.