JAKARTA. Penurunan harga gas untuk industri sampai saat ini belum terealisasi. Meski, Presiden Joko Widodo dan Menteri ESDM sudah menerbitkan aturan penurunan harga gas. Yakni Peraturan Presiden No 40/2016 yang terbit Mei, disusul Permen ESDM No 16/2016. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan Kementerian Perindustrian dan DEN juga telah selesai mengkaji harga gas bagi konsumen akhir. Hasilnya, harga gas yang paling pas adalah US$ 7,18 per mmbtu. "Untuk mendapatkan harga itu, harus disisir dari hulu ke hilir supaya masuk ke industrinya US$ 7,18 per mmbtu," ujar dia, Minggu (18/9). Hanya dengan harga acuan tersebut, harga gas di kepala sumur atau hulu bisa ditekan hingga mencapai US$ 4 per mmbtu. Berbeda dari penetapan harga gas oleh pemerintah saat ini yang paling rendah sebesar US$ 6 per mmbtu. "Pertanyaan kami, angka US$ 6 per MMBTU muncul darimana? Apakah ada kajian? Angka ini tidak ada yang bisa jawab. Berarti angka ini turun dari langit. Magic number itu, tidak ada dasar kajiannya US$ 6 per MMBTU," ujar dia.
Banyak masalah membelit, harga gas sulit turun
JAKARTA. Penurunan harga gas untuk industri sampai saat ini belum terealisasi. Meski, Presiden Joko Widodo dan Menteri ESDM sudah menerbitkan aturan penurunan harga gas. Yakni Peraturan Presiden No 40/2016 yang terbit Mei, disusul Permen ESDM No 16/2016. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan Kementerian Perindustrian dan DEN juga telah selesai mengkaji harga gas bagi konsumen akhir. Hasilnya, harga gas yang paling pas adalah US$ 7,18 per mmbtu. "Untuk mendapatkan harga itu, harus disisir dari hulu ke hilir supaya masuk ke industrinya US$ 7,18 per mmbtu," ujar dia, Minggu (18/9). Hanya dengan harga acuan tersebut, harga gas di kepala sumur atau hulu bisa ditekan hingga mencapai US$ 4 per mmbtu. Berbeda dari penetapan harga gas oleh pemerintah saat ini yang paling rendah sebesar US$ 6 per mmbtu. "Pertanyaan kami, angka US$ 6 per MMBTU muncul darimana? Apakah ada kajian? Angka ini tidak ada yang bisa jawab. Berarti angka ini turun dari langit. Magic number itu, tidak ada dasar kajiannya US$ 6 per MMBTU," ujar dia.