KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena defisit anggaran tidak hanya menghantui pemerintah pusat. Pemerintah daerah (Pemda) juga mulai menghadapi tekanan fiskal, bahkan ada yang harus mengajukan pinjaman triliunan rupiah ke pusat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Kabar terbaru menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana meminjam dana hingga Rp2 triliun ke pusat. Tekanan serupa disinyalir juga dialami oleh banyak pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang, menilai fenomena ini terjadi karena ruang pendapatan daerah relatif terbatas, sementara kebutuhan belanja publik justru terus meningkat. Salah satu faktor signifikan adalah penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD).
Banyak Pemda Tertekan Fiskal, Apkasi Beberkan Penyebabnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena defisit anggaran tidak hanya menghantui pemerintah pusat. Pemerintah daerah (Pemda) juga mulai menghadapi tekanan fiskal, bahkan ada yang harus mengajukan pinjaman triliunan rupiah ke pusat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Kabar terbaru menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana meminjam dana hingga Rp2 triliun ke pusat. Tekanan serupa disinyalir juga dialami oleh banyak pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia. Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang, menilai fenomena ini terjadi karena ruang pendapatan daerah relatif terbatas, sementara kebutuhan belanja publik justru terus meningkat. Salah satu faktor signifikan adalah penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD).
TAG:
- APBD
- Dana Alokasi Umum (DAU)
- Pembangunan Daerah
- Pemerintah Daerah
- Pemprov Jabar
- Sarman Simanjorang
- defisit anggaran
- Dana Bagi Hasil (DBH)
- dana alokasi khusus (DAK)
- Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)
- gaji pppk
- Transfer ke Daerah
- Transfer Ke Daerah (TKD)
- Fiskal Daerah
- tekanan fiskal
- Defisit anggaran Pemda
- Pinjaman Pemda
- APBD daerah
- Pelayanan publik daerah