KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK Avrist) perkuat pasar korporasi dengan membidik perusahaan yang dinilai masih memiliki fundamental kuat. Langkah tersebut dilakukan seiring masih banyaknya perusahaan yang belum menyiapkan dana untuk memenuhi kewajiban manfaat bagi karyawan, termasuk pesangon ketika memasuki usia pensiun. Presiden Direktur DPLK Avrist Firmansyah, mengatakan pihaknya melihat skema dana pensiun sebagai salah satu opsi bagi perusahaan untuk menyiapkan dana pesangon secara bertahap.
Baca Juga: Pegadaian Buka-bukaan Tarif Bunga Gadai, Mulai 0,75% per 15 Hari "Masih banyak perusahaan-perusahaan yang belum menyiapkan uang terkait dengan pesangon. Melalui DPLK, perusahaan sebenarnya sudah bisa mencicil untuk menyiapkan dana itu," ujarnya di acara One Avrist Synergy, Kamis (3/9/2026). Dia mengatakan, terdapat dua pilihan bagi perusahaan dalam memenuhi kewajiban pensiun bagi karyawan, yakni membayarkan langsung kepada karyawan atau menyiapkannya melalui dana pensiun. Sejalan dengan itu, DPLK Avrist juga berupaya terus mengedukasi perusahaan-perusahaan sekaligus mendorong perluasan akses dana pensiun di kalangan korporasi. Firmansyah menilai edukasi menjadi penting agar perusahaan dan karyawan bisa memahami pilihan pengelolaan dana pesangon serta manfaat yang bisa diperoleh melalui DPLK. Upaya tersebut juga didukung oleh sinergi ekosistem bisnis Avrist group dengan cara mencermati peluang dari basis nasabah korporasi yang dimiliki perusahaan dalam ekosistem Avrist, termasuk nasabah dari lini asuransi dan bisnis terkait lainnya. "Melalui One Avrist, kita ingin memperluas pasar dan memperluas akses masyarakat agar lebih banyak yang mengetahui manfaat tersebut," jelasnya. Akan tetapi, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, DPLK Avrist tidak akan serta-merta mengejar jumlah perusahaan baru. Perusahaan akan lebih selektif dalam menentukan target korporasi dengan menyasar perusahaan maupun sektor industri yang masih mampu mencetak profit dan tumbuh.
Baca Juga: Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Naik 11,5% Capai Rp 21,06 Triliun di Semester I-2026 Menurutnya, perusahaan dengan kondisi keuangan yang sehat memiliki kemampuan lebih besar untuk menyediakan manfaat bagi karyawan. Oleh karena itu, DPLK Avrist akan lebih fokus menggarap perusahaan yang masih memiliki kemampuan finansial dan prospek pertumbuhan baik. Adapun hingga saat ini, jumlah peserta di DPLK Avrist berada di kisaran 30.000 orang yang mana 10% di antaranya adalah peserta informal. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News