Banyak sentimen, investor cenderung hati-hati ikut lelang SUN



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Surat Utang Negara (SUN) yang berlangsung pada perdagangan Selasa (18/6) mendatang belum tentu diminati oleh banyak investor. Ini mengingat banyak sentimen di pasar obligasi Indonesia yang terjadi pada pekan depan.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menilai, para investor masih menunggu sejumlah agenda pada pekan depan. Mulai dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19 Juni dan pengumuman data neraca dagang Indonesia sehari setelahnya.

Agenda-agenda tersebut cukup penting karena berpengaruh langsung terhadap kondisi pasar obligasi dalam negeri. “Investor kemungkinan akan lebih berhati-hati untuk mengikuti lelang,” kata dia, Kamis (13/6).


Terlepas dari itu, ia masih yakin nilai penawaran yang masuk dari investor minimal masih lebih baik ketimbang lelang SUN sebelumnya. Pada 21 Mei lalu, pemerintah menggelar lelang SUN dengan nilai penawaran masuk sebesar Rp 26,19 triliun.

Lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan investor akan cenderung meminta yield yang lebih tinggi pada lelang SUN nanti. Apalagi, ancaman defisit neraca dagang di bulan Mei cukup terbuka. 

“Defisit neraca perdagangan di bulan Mei diperkirakan sekitar US$ 1,7 miliar—US$ 2 miliar,” ucap Mikail.

Selain meminta yield yang tinggi, para investor juga diprediksi akan lebih sering memburu seri-seri bertenor pendek pada lelang SUN pertama pasca libur lebaran. Ini mengingat risiko global yang menghantui investor masih cukup besar.

Sebagai informasi, dalam lelang SUN Selasa pekan depan, pemerintah menawarkan tujuh seri. Di antaranya adalah SPN03190919, SPN12200619, FR0077, FR0078, FR0068, FR0079, dan FR0076.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi