Banyak tekanan, IHSG diyakini masih bisa tembus 7.000



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah sentimen menekan pasar saham domestik. Angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 yang meleset dari perkiraan dan pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 14.000 per dollar AS, termasuk faktor-faktor yang menggerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG bahkan sempat menyentuh level 5.700, sebelum akhirnya rebound 2,31% pada perdagangan hari ini (9/5) ke level 5.907.

Meski belakangan tertekan, namun analis Binaartha Sekuritas Muhamad Nafan Aji masih optimistis terhadap prospek pasar keuangan hingga akhir tahun ini. Ia masih melihat peluang IHSG bisa menyentuh level 7.033 pada akhir 2018.


"Untuk sekuritas kami, saya beserta para analis lainnya masih belum merevisi target IHSG 2018, masih di level 7.033," kata Nafan di Jakarta, Rabu (8/5).

Menurutnya, ekonomi Tanah Air masih mampu tumbuh 5,15%-5,2% pada akhir tahun ini. Meskipun, menurutnya perekonomian Indonesia masih akan dibayangi tekanan dari eksternal.

"Secara umum, kondisi perekonomian Indonesia masih bertumbuh, meskipun sulit mencapai target maksimal di level 5,4%," jelas Nafan.

Dengan alasan tersebut, Nafan menyebut, sekarang belum saatnya untuk melakukan revisi target IHSG tahunan. Binaartha Parama Sekuritas memprediksi IHSG sepanjang tahun bisa bergerak di level support 5.477 dengan resistance di 7.033.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini