Bapanas Dorong Gudang Bulog di Nunukan, Logistik Pangan Perbatasan Jadi Sorotan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai penguatan infrastruktur logistik pangan di wilayah perbatasan masih menjadi pekerjaan rumah meski pasokan dan harga pangan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, saat ini relatif stabil. 

Salah satu langkah yang didorong adalah pembangunan gudang Perum Bulog di Nunukan guna memangkas ketergantungan distribusi dari Tarakan.

Dorongan tersebut disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto usai meninjau Pasar Inhutani, Nunukan, Rabu (9/7/2026). 


Baca Juga: Bapanas Perluas Kios Pangan di 2026: Stabilkan Harga dan Pangkas Rantai Distribusi

Dari hasil pemantauan, pasokan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging ayam, telur, bawang merah, bawang putih, hingga cabai tersedia dengan baik dan diperdagangkan pada harga yang relatif stabil.

"Kami ingin memastikan bahwa pasokan dan harga pangan di Kabupaten Nunukan berada dalam kondisi stabil. Dari hasil pengecekan di lapangan, berbagai kebutuhan pangan pokok tersedia dengan harga yang relatif stabil dan pasokannya lancar. Kondisi ini harus terus dijaga melalui sinergi seluruh pihak," ujar Andriko dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, posisi Nunukan sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat penguatan sistem logistik pangan menjadi kebutuhan strategis. 

Selama ini sebagian pasokan pangan masih didistribusikan dari Tarakan sehingga keberadaan gudang Bulog dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat instrumen stabilisasi pasokan dan harga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan sebesar 2,08% pada Juni 2026, terendah di Provinsi Kalimantan Utara. Capaian tersebut mencerminkan pengendalian harga yang relatif baik di tengah tantangan distribusi wilayah perbatasan.

Namun demikian, pemerintah daerah mengakui karakteristik pasar pangan Nunukan berbeda dengan daerah lain karena produk pangan asal Indonesia bersaing langsung dengan komoditas dari Malaysia.

Baca Juga: Menko Polkam: Penanganan Kasus Korupsi Harus Profesional dan Bebas Intervensi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi pangan domestik agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah maupun produk lintas batas dapat dikurangi.

"Nunukan memang memiliki karakteristik yang unik karena terdapat barang dari Malaysia maupun Indonesia. Namun, kami tetap mendorong agar produksi pangan dalam negeri terus meningkat sehingga ke depan Nunukan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News