Bapanas Gelar Aksi Bela Beli Tomat, Serap Panen Petani Cianjur saat Harga Anjlok



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar aksi bela beli tomat untuk menyerap hasil panen petani asal Kabupaten Cianjur di tengah anjloknya harga di tingkat produsen. 

Langkah ini ditempuh sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses pemasaran hasil panen saat produksi melimpah.

Melalui program aksi bela beli, Bapanas memfasilitasi pembelian tomat hasil panen petani asal Kabupaten Cianjur seharga Rp 6.500 per kilogram di Kantor Bapanas, Senin (27/7/2026). Tomat yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut dipasok dari Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.


Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan aksi tersebut merupakan respons atas merosotnya harga tomat di tingkat petani dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurutnya, penguatan penyerapan hasil panen diperlukan agar harga di tingkat produsen tidak terus tertekan.

"Minggu ini harga tomat petani sedang terkoreksi. Yang biasanya sekitar Rp 12.000, sekarang hampir Rp 1.000 sampai Rp 1.600 per kilogram. Karena itu kami punya program aksi bela beli tomat petani," ujar Ketut dalam keterangan pers, Selasa (28/7/2026). 

Baca Juga: Harga Cabai Turun Tajam, Bapanas Siapkan Penyerapan Telur dan Daging Ayam

Ketut mengajak pemerintah daerah ikut menggerakkan aksi serupa dengan melibatkan organisasi perangkat daerah untuk menyerap hasil panen petani. 

Menurut Ketut, keterlibatan pemerintah daerah akan memperluas jangkauan penyerapan sehingga dapat membantu menjaga harga di tingkat produsen.

"Dengan aksi bela beli, diharapkan petani menjadi lebih tenang karena pemerintah hadir ketika harga sedang turun," katanya.

Petani tomat asal Kabupaten Cianjur, Nana Ariatna, mengatakan program tersebut membantu petani yang tengah menghadapi tekanan akibat fluktuasi harga. Selain itu, musim kemarau yang cukup panjang juga membuat sebagian lahan tidak dapat ditanami kembali setelah panen.

"Untuk petani sendiri ini sangat membantu. Kemarau yang cukup panjang membuat banyak tanaman tidak tumbuh optimal, bahkan ada yang panen tetapi tidak bisa menanam kembali. Dengan kondisi harga yang sekarang lebih baik, tentu sangat membantu kami para petani," ujar Nana.

Ia mengatakan kelompok taninya memasok sekitar 3,3 ton tomat ke Jakarta dan 4 ton ke Bogor dalam program tersebut. 

Menurutnya, kegiatan serupa perlu diperluas karena fluktuasi harga tomat masih menjadi tantangan yang dihadapi petani hortikultura.

Baca Juga: Bapanas: Harga Daging Sapi Masih Terkendali, Daging Premium Capai Rp 180.000 per Kg

"Kalau bisa kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan karena sangat membantu petani kecil. Kadang harga naik sangat tinggi, tetapi ketika turun juga langsung drastis. Terima kasih kepada Bapanas yang sudah membantu kami memasarkan hasil panen," katanya.

Selain membantu petani, aksi bela beli juga memberi manfaat bagi konsumen. Salah seorang pembeli, Ida, mengaku memperoleh tomat dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasar.

"Sangat membantu. Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Harapannya bukan hanya tomat, tetapi kebutuhan pokok lainnya juga semakin terjangkau," ujarnya.

Melalui penguatan penyerapan hasil panen, Bapanas berharap keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen dapat terjaga. 

Pemerintah juga menargetkan hasil panen petani tetap terserap secara optimal, keberlanjutan usaha tani terjaga, serta masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Bapanas Dorong Pelaku Usaha Terapkan Standar Keamanan Pangan dari Hulu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News