KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan produksi dan distribusi Minyakita guna memastikan harga tetap terkendali di tingkat konsumen. Pengawasan dilakukan langsung di fasilitas PT Wilmar Nabati Indonesia di Gresik, Jawa Timur, dengan melibatkan pemerintah daerah, Satgas Pangan, hingga Perum BULOG. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan pemerintah memastikan tidak ada gangguan dalam rantai pasok komoditas tersebut.
“Hari ini kami bersama pemerintah daerah, Satgas Pangan, BULOG, serta pemangku kepentingan lainnya melakukan monitoring langsung untuk memastikan tidak ada gangguan sedikit pun terkait produksi Minyakita,” ujarnya dalam keterangan resmi (17/4/2026). Ia menegaskan, hasil pemantauan menunjukkan kondisi produksi hingga distribusi Minyakita masih terkendali.
Baca Juga: Bapanas Sebut HET Minyakita Rp 15.700 Masih Realistis Jelang Lebaran 2026 “Tadi kami sudah mendapatkan konfirmasi bahwa produksinya cukup, harganya sesuai dengan ketentuan Menteri Perdagangan, dan distribusi ke tingkat D1 dan D2 juga berjalan lancar. Ini merupakan komitmen bersama antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga,” jelasnya. Bapanas juga menekankan pentingnya menjaga harga di tingkat konsumen agar tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET). “Kita tidak ingin ada harga di tingkat konsumen yang melebihi harga eceran tertinggi. Apabila terjadi ketidakstabilan harga, pelaku usaha bersama pemerintah siap melakukan intervensi pasar, salah satunya melalui operasi pasar atau gerakan pangan murah,” tegasnya. Selain itu, pengawasan juga mencakup kepatuhan distributor dalam rantai distribusi. “Produsen juga memiliki kewajiban untuk memastikan distributor di tingkat D1 dan D2 mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi. Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas pangan,” tambahnya.
Baca Juga: Mendag dan Menko Pangan Tinjau Harga Bahan Pokok Pasca Lebaran, Minyakita Turun Menurut Andriko, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan dan harga, termasuk dalam distribusi Minyakita yang sebagian disalurkan melalui BUMN pangan. “Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga. Kami mengapresiasi komitmen PT Wilmar yang telah menjalankan produksi, distribusi, dan kepatuhan terhadap regulasi dengan baik,” ujarnya. Sementara itu, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes Nainggolan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Badan Pangan Nasional dan seluruh jajaran yang terlibat dalam distribusi Minyakita. Kami juga menegaskan komitmen sebagai pelaku usaha untuk mematuhi seluruh aturan pemerintah serta berperan aktif sesuai kemampuan dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya untuk komoditas Minyakita,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan siap mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasar. Dengan pengawasan yang diperkuat, Bapanas memastikan ketersediaan dan distribusi Minyakita tetap terjaga sehingga masyarakat dapat mengakses minyak goreng dengan harga terjangkau dan sesuai ketentuan.
Baca Juga: HET Minyakita Masih Realistis, YLKI Berharap Tidak Ada Kenaikan Lagi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News