KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat program bantuan pangan dengan mendorong penggunaan beras fortifikasi berbasis pemetaan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) guna meningkatkan ketepatan sasaran wilayah rentan rawan pangan. Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti, menegaskan bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial, tetapi juga instrumen intervensi gizi bagi kelompok rentan. “Program bantuan pangan memiliki peran strategis sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus sarana intervensi gizi yang efektif. Karena itu, inovasi peningkatan kualitas bantuan, termasuk melalui beras fortifikasi, perlu terus dikembangkan,” ujar Sri dalam Workshop Capacity Building Pemanfaatan Beras Fortifikasi dalam Program Bantuan Pangan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Bapanas Perluas Bantuan Pangan Beras Fortifikasi, Bidik Wilayah Rawan via FSVA
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat program bantuan pangan dengan mendorong penggunaan beras fortifikasi berbasis pemetaan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) guna meningkatkan ketepatan sasaran wilayah rentan rawan pangan. Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti, menegaskan bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial, tetapi juga instrumen intervensi gizi bagi kelompok rentan. “Program bantuan pangan memiliki peran strategis sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus sarana intervensi gizi yang efektif. Karena itu, inovasi peningkatan kualitas bantuan, termasuk melalui beras fortifikasi, perlu terus dikembangkan,” ujar Sri dalam Workshop Capacity Building Pemanfaatan Beras Fortifikasi dalam Program Bantuan Pangan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
TAG: