Bapepam Minta AMVI Buat Statistik



JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Meminta Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI) untuk meyediakan data statistik praktek modal ventura di Indonesia. Ini diperlukan sebagai data pendukung Bapepam-LK untuk merumuskan dratf aturan teknis baru berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai modal ventura.

Statistik tersebut dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan terakhir industri modal ventura yang tersebar di Indonesia. Ketua Umum AMVI, Hesty Purwanti, mengakui bahwa asosiasinya memang belum memiliki data statistik modal ventura yang lengkap. Maka itu, saat ini, AMVI sedang berusaha keras untuk menyajikan data statistik modal ventura selengkap-lengkapnya. "Untuk itu, saya sudah mengirimkan surat kepada anggota AMVI untuk mengumpulkan data, ujarnya, pekan lalu.

Sedianya, AMVI baru akan menyerahkan statistik praktek modal ventura tersebut kepada Bapepam-LK, minggu depan. Dalam data statistik tersebut bakal dijelaskan mengenai praktek modal ventura di kawasan Asia Tenggara. Data tersebut diperlukan sebagai pembanding yang bakal memerkaya wawasan Bapepam-LK sebelum membuat aturan teknis mengenai modal ventura. "Karena tidak hanya Indonesia yang punya modal ventura," ujar Hesty.


Selain itu, lanjutnya, statistik tersebut juga bakal memuat data tentang jumlah perusahaan modal ventura yang tersebar di Indonesia berikut usaha pembiayaan atau penyertaan modal yang dilakoni. Sekedar informasi, Dalam pasal 1 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan, usaha modal ventura mendapat penambahan klausul satu jenis usaha pembiayaan baru. Yakni, selain penyertaan saham dan pembelian obligasi konversi, modal ventura juga dapat melakukan pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha. Kepala Bagian Lembaga Pembiayaan Bapepam-LK, Tattys Hedyana, mengungkapkan, dalam perumusan draft PMK tentang modal ventura, pihaknya bakal melibatkan secara aktif AMVI. Ini dimaksudkan, agar aturan teknis tersebut nantinya bisa dilaksanakan oleh pelaku usaha modal ventura. "Saat ini kita baru inventarisir masalah saja," ujar Tattys.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News