JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Meminta Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI) untuk meyediakan data statistik praktek modal ventura di Indonesia. Ini diperlukan sebagai data pendukung Bapepam-LK untuk merumuskan dratf aturan teknis baru berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai modal ventura. Statistik tersebut dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan terakhir industri modal ventura yang tersebar di Indonesia. Ketua Umum AMVI, Hesty Purwanti, mengakui bahwa asosiasinya memang belum memiliki data statistik modal ventura yang lengkap. Maka itu, saat ini, AMVI sedang berusaha keras untuk menyajikan data statistik modal ventura selengkap-lengkapnya. "Untuk itu, saya sudah mengirimkan surat kepada anggota AMVI untuk mengumpulkan data, ujarnya, pekan lalu. Sedianya, AMVI baru akan menyerahkan statistik praktek modal ventura tersebut kepada Bapepam-LK, minggu depan. Dalam data statistik tersebut bakal dijelaskan mengenai praktek modal ventura di kawasan Asia Tenggara. Data tersebut diperlukan sebagai pembanding yang bakal memerkaya wawasan Bapepam-LK sebelum membuat aturan teknis mengenai modal ventura. "Karena tidak hanya Indonesia yang punya modal ventura," ujar Hesty.
Bapepam Minta AMVI Buat Statistik
JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Meminta Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI) untuk meyediakan data statistik praktek modal ventura di Indonesia. Ini diperlukan sebagai data pendukung Bapepam-LK untuk merumuskan dratf aturan teknis baru berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai modal ventura. Statistik tersebut dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan terakhir industri modal ventura yang tersebar di Indonesia. Ketua Umum AMVI, Hesty Purwanti, mengakui bahwa asosiasinya memang belum memiliki data statistik modal ventura yang lengkap. Maka itu, saat ini, AMVI sedang berusaha keras untuk menyajikan data statistik modal ventura selengkap-lengkapnya. "Untuk itu, saya sudah mengirimkan surat kepada anggota AMVI untuk mengumpulkan data, ujarnya, pekan lalu. Sedianya, AMVI baru akan menyerahkan statistik praktek modal ventura tersebut kepada Bapepam-LK, minggu depan. Dalam data statistik tersebut bakal dijelaskan mengenai praktek modal ventura di kawasan Asia Tenggara. Data tersebut diperlukan sebagai pembanding yang bakal memerkaya wawasan Bapepam-LK sebelum membuat aturan teknis mengenai modal ventura. "Karena tidak hanya Indonesia yang punya modal ventura," ujar Hesty.