JAKARTA. Pemerintah menilai likuiditas di pasar obligasi perlu ditingkatkan. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida menjelaskan, saat ini investor cenderung memegang obligasi hingga jatuh tempo dan tidak banyak melakukan transaksi di pasar sekunder. Pemerintah akan melakukan pendalaman pasar (market deepening) untuk mendorong suplai dan permintaan obligasi agar bisa tersedia lebih banyak.Nurhaida menjelaskan, Bapepam akan meningkatkan likuiditas di pasar obligasi dengan cara repo (repurchase agreement) yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Bapepam dan BI akan menggunakan ketentuan Global Market Repurchase Agreement (GMRA). Standar perjanjian tersebut dilakukan pemerintah dan otoritas moneter untuk meminimalisir risiko gagal bayar. "Yang repo itu dengan perjanjian GMRA dan kita sedang bekerja sama dengan BI. Juni ini mudah-mudahan selesai seluruhnya," kata dia Jumat (15/6).
Bapepam rancang hedging obligasi korporasi
JAKARTA. Pemerintah menilai likuiditas di pasar obligasi perlu ditingkatkan. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida menjelaskan, saat ini investor cenderung memegang obligasi hingga jatuh tempo dan tidak banyak melakukan transaksi di pasar sekunder. Pemerintah akan melakukan pendalaman pasar (market deepening) untuk mendorong suplai dan permintaan obligasi agar bisa tersedia lebih banyak.Nurhaida menjelaskan, Bapepam akan meningkatkan likuiditas di pasar obligasi dengan cara repo (repurchase agreement) yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Bapepam dan BI akan menggunakan ketentuan Global Market Repurchase Agreement (GMRA). Standar perjanjian tersebut dilakukan pemerintah dan otoritas moneter untuk meminimalisir risiko gagal bayar. "Yang repo itu dengan perjanjian GMRA dan kita sedang bekerja sama dengan BI. Juni ini mudah-mudahan selesai seluruhnya," kata dia Jumat (15/6).