Bappenas: Proyek Great Sea Wall harus tetap jalan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro bersikukuh pryek pembangunan great sea wall alias tanggul laut Jakarta harus dilanjutkan.

Pasalnya, proyek tersebut dipercaya akan menjaga Jakarta dari penurunan muka tanag dan banjir rob. "Coba dilihat terlepas dari reklamasi ya, desain NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) yang asli itu tidak ada reklamasi," katanya kepada Kontan.co.id, akhir pekan lalu.

Makanya Bambang menegaskan, pembangunan tanggul laut ini akan tetap jalan dengan atau tanpa reklamasi. "Karena kan selama ini ada reklamasi, seolah-olah dikombinasi, padahal tidak. Artinya proyek ini dibutuhkan baik atau tidaknya reklamasi, Yang butuh itu Jakarta," jelas Bambang.


Sekadar tahu saja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri telah mencabut izin prinsip pualu reklamasi di Teluk Jakarta. Adapun buntut dari keputusan itu, ia meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Bappenas untuk meninjau ulang proyek tanngul laut.

Atas permintaan Anies itu, Bambang menjelaskan, biocara tanggul laut berarti bicara tentang risiko Jakarta ke depan. "Ingat daerah kita itu sebenarnya banyak masalah bencana segala macam, kalau kita ngga pernah persiapkan nanti kejadian seperti yang selama ini," katanya

"Jadi kita harus persiapkan di awal, sehingga kalau nanti ada peningkatan permukaan air laut di Jakarta, dan penurunan muka tanah, Jakarta tetap aman," lanjut Bambang.

Dirinya juga menambahkan, permintaan Anies yang menilai, Jakarta hanya membutuhkan tanggul pantai bukan tanggul laut pun sebetulnya keliru. Sebab, tanggul pantai yag dibangun saat ini merupakan tahapan dalam jangka pendek.

Apalagi, pengalamannya di Muara Baru, air laut masih tetap bisa masuk, meskipun sudah ada tanggul pantai. Itu menandakan, tanggul pantai saja tidak cukup. "Jadi tanggul laut itu jangka panjang," tegas Bambang.

Kemudian terkait, dana yang diperlukan untuk swasta pun, kata Bambang, bisa dipikirkan nanti. "Itu masih nanti, masih bisa dipikirin," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto