JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai merumuskan daftar proyek yang akan masuk dalam daftar rencana prioritas pinjaman luar negeri (DRPPLN) atawa green book 2016. Nantinya, mulai tahun depan sejumlah proyek di daftar tersebut akan digelar penandatangan perjanjian pinjamannya dengan calon kreditur. Wismana Adisuryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, mengatakan, pihaknya telah meminta usulan dari kementerian atau lembaga terkait daftar yang berpotensi untuk segera dibiayai dari utang luar negeri. "Kami sudah mulai sounding, kira-kira dari kementerian atau lembaga mau proyek apa yang masuk green book 2016, sehingga bisa dieksekusi mulai tahun 2017," kata dia, akhir pekan lalu. Asal tahu saja, pemerintah telah menerbitkan daftar rencana pinjaman dan hibah luar negeri alias blue book 2015-2019 yang memuat 116 proyek dengan pembiayaan luar negeri senilai US$ 39,9 miliar.
Bappenas rumuskan daftar proyek green Book 2016
JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai merumuskan daftar proyek yang akan masuk dalam daftar rencana prioritas pinjaman luar negeri (DRPPLN) atawa green book 2016. Nantinya, mulai tahun depan sejumlah proyek di daftar tersebut akan digelar penandatangan perjanjian pinjamannya dengan calon kreditur. Wismana Adisuryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, mengatakan, pihaknya telah meminta usulan dari kementerian atau lembaga terkait daftar yang berpotensi untuk segera dibiayai dari utang luar negeri. "Kami sudah mulai sounding, kira-kira dari kementerian atau lembaga mau proyek apa yang masuk green book 2016, sehingga bisa dieksekusi mulai tahun 2017," kata dia, akhir pekan lalu. Asal tahu saja, pemerintah telah menerbitkan daftar rencana pinjaman dan hibah luar negeri alias blue book 2015-2019 yang memuat 116 proyek dengan pembiayaan luar negeri senilai US$ 39,9 miliar.