KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak ketimbang urusan penciptaan lapangan kerja, menuai tanggapan dari kalangan ekonom. Kebijakan tersebut diingatkan agar tidak berjalan timpang hingga mengorbankan sektor produktif. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai kedua agenda tersebut merupakan instrumen pembangunan yang sama-sama penting. Menurutnya, membandingkan urgensi antara pemenuhan gizi dan penyediaan lapangan kerja tidaklah tepat karena keduanya memiliki sasaran yang berbeda. "Dua-duanya penting, perlu dijalankan secara proporsional dan tidak perlu dibandingkan karena bukan apple to apple. Masing-masing menyasar target dan tujuan yang berbeda, saling melengkapi. Mirip seperti lebih penting kurikulum atau fasilitas belajar," ujar Wijayanto kepada Kontan.co.id, Minggu (1/2/2026).
Bappenas Sebut MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja, Ekonom: Bukan Apple to Apple
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak ketimbang urusan penciptaan lapangan kerja, menuai tanggapan dari kalangan ekonom. Kebijakan tersebut diingatkan agar tidak berjalan timpang hingga mengorbankan sektor produktif. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai kedua agenda tersebut merupakan instrumen pembangunan yang sama-sama penting. Menurutnya, membandingkan urgensi antara pemenuhan gizi dan penyediaan lapangan kerja tidaklah tepat karena keduanya memiliki sasaran yang berbeda. "Dua-duanya penting, perlu dijalankan secara proporsional dan tidak perlu dibandingkan karena bukan apple to apple. Masing-masing menyasar target dan tujuan yang berbeda, saling melengkapi. Mirip seperti lebih penting kurikulum atau fasilitas belajar," ujar Wijayanto kepada Kontan.co.id, Minggu (1/2/2026).
TAG: