JAKARTA. Pemerintah dan Komisi XI DPR sepakat target pertumbuhan ekonomi tahun depan turun dari 5,8%-6,2% menjadi 5,5%-6%. Namun, meski ekonomi dalam tekanan, pemerintah yakin target rasio kesenjangan pendapatan (gini rasio) tetap sebesar 0,39 sebagaimana usulan awal. Besaran gini rasio indikatif ini menurun dibandingkan target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 0,40. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Andrinof Chaniago yakin, bisa mencapai target penurunan gini rasio meskipun perekonomian masih dalam tekanan. Alasannya, selama angka pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran di atas 5%, tingkat kesenjangan pendapatan bisa diperkecil. "Dengan 5% ke atas, masih bisa menaikkan indeks pembangunan manusia dan gini rasio. Bukan karena angka pertumbuhan, tetapi kualitasnya terus membaik," kata Andrinof, Senin (22/6).
Bappenas yakin rasio gini turun
JAKARTA. Pemerintah dan Komisi XI DPR sepakat target pertumbuhan ekonomi tahun depan turun dari 5,8%-6,2% menjadi 5,5%-6%. Namun, meski ekonomi dalam tekanan, pemerintah yakin target rasio kesenjangan pendapatan (gini rasio) tetap sebesar 0,39 sebagaimana usulan awal. Besaran gini rasio indikatif ini menurun dibandingkan target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 0,40. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas Andrinof Chaniago yakin, bisa mencapai target penurunan gini rasio meskipun perekonomian masih dalam tekanan. Alasannya, selama angka pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran di atas 5%, tingkat kesenjangan pendapatan bisa diperkecil. "Dengan 5% ke atas, masih bisa menaikkan indeks pembangunan manusia dan gini rasio. Bukan karena angka pertumbuhan, tetapi kualitasnya terus membaik," kata Andrinof, Senin (22/6).