Barclays Naikan Perkiraan Harga Minyak Brent 2026 Tembus US$85 per Barel



KONTAN.CO.ID - Barclays pada hari Jumat (13/3) menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent 2026 menjadi US$85 per barel, dengan alasan gangguan pasokan yang berkelanjutan terkait dengan perang Iran yang telah secara tajam mengurangi aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Bank tersebut mengatakan aliran minyak melalui jalur Selat Hormuz telah turun menjadi sangat sedikit dan penghentian produksi di negara-negara Teluk telah meningkat menjadi lebih dari 10 juta barel per hari.

Baca Juga: Trump Klaim AS Serang Pulau Kharg, Iran


Perkiraan yang direvisi mengasumsikan situasi di Selat Hormuz akan normal dalam dua hingga tiga minggu, kata Barclays dalam sebuah catatan riset.

"Namun, jika pasar memperhitungkan bahwa hal itu mungkin membutuhkan waktu empat hingga enam minggu, kita bisa melihat harga Brent tahun 2026 naik menjadi US$100/b," tambah bank tersebut. 

Harga minyak telah naik meskipun ada upaya dari Badan Energi Internasional untuk melepaskan cadangan strategis, karena ketidakpastian seputar durasi konflik terus mendukung pasar.

Kontrak berjangka Brent pada hari Jumat ditutup pada US$103,14 per barel, naik $2,68, atau 2,67%.

Barclays mengatakan jalur yang paling mudah untuk harga minyak tetap lebih tinggi sampai ada titik balik dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Menhan AS: Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei Terluka dan Cacat