Bareksa Akan Luncurkan Robo Advisor



MOMSMONEY.ID -  PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) akan meluncurkan fitur Robo Advisor Bareksa pada 5 September mendatang. Berdasarkan riset Tim Bareksa Senin (29/8), strategi diversifikasi aset reksadana dengan fitur Robo Advisor Bareksa bisa dijadikan pilihan investasi di tengah fluktuasi tinggi di pasar saham maupun obligasi. 

Tim Bareksa memaparkan fluktuasi tinggi di akhir kuartal ketiga 2022 ini disebabkan oleh beberapa faktor, pertama Bank Indonesia (BI) kemarin memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%. Kenaikan ini untuk menahan laju ekspektasi inflasi akibat potensi kenaikan harga BBM dan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

Kedua, pertumbuhan kredit di Juli 2022 tumbuh 10,5% secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan lalu yang sebesar 10,4%. Kredit konsumsi juga tumbuh sebesar 10% di Juli lalu dibandingkan Juni sebesar 9,4%.


Sementara, kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit korporasi masing-masing mengalami pertumbuhan 12,9%, 9,5% dan 12,1% secara berurutan. 

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Menekan Pasar Modal, Simak Saran Berinvestasi Reksadana

Namun, sentimen juga datang dari Simposium Bank Sentral AS di Jumat lalu yang mengatakan bahwa The Fed akan tetap agresif dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan. Hal ini dilakukan karena inflasi masih cukup tinggi di level 8,5% di Juli 2022. Dengan meningkatnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga yang lebih agresif, ada potensi pasar modal mengalami tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah. 

Rencana kenaikan BBM juga membuat investor dalam negeri khawatir terhadap laju pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2022. Selain itu, tingginya inflasi bahan pangan selama beberapa bulan terakhir ditambah minimnya kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) secara nasional diproyeksikan akan menggerus daya beli masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Danielisa Putriadita