Barito Pacific (BRPT) Memulai Masa Penawaran Obligasi Rp 1 Triliun, Rabu (22/11)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memulai masa penawaran surat utang atau obligasi senilai Rp 1 triliun. Obligasi yang akan diterbitkan adalah obligasi berkelanjutan III Barito Pacific Tahap II tahun 2023.

Dalam prospektus di Bursa Efek Indonesia, Rabu (22/11), masa penawaran obligasi BRPT berlangsung mulai Rabu (22/11) hingga Kamis (23/11). Tanggal penjatahan jatuh pada Jumat (24/11). Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (29/11)

Asal tahu, obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Barito Pacific dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 3 triliun.


Sebelumnya, emiten milik Prajogo Pangestu ini telah menerbitkan obligasi berkelanjutan III Barito Pacific tahap I dengan pokok obligasi sebesar Rp 1 triliun.

Baca Juga: Tak Terbendung, Kekayaan Konglomerat Prajogo Pangestu Tembus Rp 675 Triliun

Obligasi yang akan diterbitkan BRPT terdiri dari dua seri. Yakni, Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi.

Rinciannya, Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 700 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per tahun. Obligasi Seri A memiliki jangka waktu alias tenor 3 tahun sejak tanggal emisi.

Kemudian, Seri B dengan pokok senilai Rp 300 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun, berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

BRPT akan menggunakan dana hasil obligasi ini untuk refinancing, yakni untuk melunasi kewajiban pokok obligasi dan juga utang kepada sejumlah pihak.

Pertama, sebesar Rp 271 miliar digunakan untuk pembayaran penuh atas sisa saldo utang Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Tahun 2019 Seri B.

Kedua, sebesar Rp 136 miliar dialokasikan untuk pembayaran penuh atas sisa saldo utang Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap II Tahun 2020 Seri B

Ketiga, sebesar Rp 86,31 miliar akan digunakan BRPT untuk pembayaran sebagian atas sisa saldo utang Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap III Tahun 2020 Seri C.

Baca Juga: Geser BBRI, Barito Renewables (BREN) Jadi Saham Dengan Market Caps Terbesar Kedua

Keempat, sebesar Rp 185,60 miliar akan digunakan untuk pembayaran penuh atas sisa saldo utang Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap II Tahun 2022 Seri A.

Kelima, sebesar US$ 9,55 juta atau sekitar Rp 152,927 miliar akan dipergunakan untuk pembayaran sebagian utang yang dibuat antara BRPT sebagai Debitur dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebagai kreditur, sebagaimana terakhir diubah dengan persetujuan perubahan perjanjian kredit term loan maksimum US$ 125 juta No. (1) 117 tanggal 30 Mei 2023.

Keenam, sebesar US$ 10 juta atau setara dengan sekitar Rp 160 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan facility agreement for a US$ 252,70 million term loan/standby letter of credit facility tanggal 5 Agustus 2020 yang dibuat antara BRPT dan Bangkok Bank Public Company Limited.

Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan ini, BRPT telah memperoleh hasil pemeringkatan atas obligasi berkelanjutan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yakni idA+ (Single A Plus)

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi  yakni PT BCA Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bertindak sebagai wali amanat.

 
BRPT Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat