Barito Renewables (BREN) Dibayangi Risiko Tata Kelola, Cek Prospek Saham EBT Lainnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham emiten energi baru terbarukan (EBT) berpotensi mendapat dukungan dari sejumlah katalis pendukung.

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko operasional, valuasi, dan tata kelola yang membayangi sektor ini, termasuk terhadap emiten PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

 Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mencatat kombinasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang berfokus pada peningkatan porsi EBT, perluasan akses pendanaan lunak internasional seperti Just Energy Transition Partnership (JETP), serta penyesuaian Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2017 dapat menjadi pendorong pertumbuhan sektor tersebut.


Baca Juga: Rupiah Ditutup Anjlok ke Rp 18.135 Per Dolar AS Hari Ini (26/10), Terburuk Sejak Juni

Menurut Nafan, harmonisasi regulasi berpotensi meningkatkan kepastian hukum dan mendorong pertumbuhan kapasitas terpasang emiten EBT. Selain itu, regulasi yang lebih jelas dapat menurunkan biaya modal serta memperjelas skema tarif dan jangka waktu perjanjian jual beli listrik dengan PT PLN.  

Di antara emiten yang dicermati, Nafan menilai PGEO berpotensi memperoleh manfaat langsung berkat fokus bisnisnya pada energi panas bumi, kondisi neraca keuangan yang solid, serta rekam jejak operasional.

Sementara itu, KEEN berpotensi diuntungkan oleh proteksi tarif pada portofolio pembangkit listrik tenaga air. Adapun TOBA dapat terbantu oleh percepatan transformasi bisnis menuju energi hijau.

Untuk BREN, kepastian pengembangan proyek dinilai dapat mendukung ekspansi kapasitas pembangkit.

“Namun, adanya pemeriksaan dan sanksi dari regulator terkait isu keterbukaan informasi saat IPO serta pemantauan ketat dari penyedia indeks global menciptakan diskon tata kelola dan peningkatan premi risiko pasar,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (23/10/2026). 

Kendati begitu, sebenarnya dinamika ini tidak mengganggu operasional pembangkit fisik di lapangan secara langsung, ketidakpastian tersebut menciptakan volatilitas harga saham. 

Tapi strateginya, bagi investor yang mengutamakan aspek tata kelola dan stabilitas fundamental, melakukan rotasi atau mencermati saham EBT lain dengan valuasi yang lebih terukur serta pembagian dividen yang konsisten seperti PGEO dan KEEN dapat menjadi opsi pertimbangan yang lebih aman.

Baca Juga: OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Ini Ketentuannya

Ke depan, kinerja emiten EBT berpotensi ditopang oleh optimalisasi bursa karbon yang membuka peluang pendapatan tambahan dari kredit karbon. Tren penurunan suku bunga juga dapat meringankan beban pembiayaan proyek yang padat modal.

Selain itu, potensi penerapan skema power wheeling turut menjadi sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar.

Meski begitu, sejumlah risiko tetap membayangi sektor EBT. Risiko tersebut antara lain kegagalan eksplorasi dan pengeboran panas bumi, keterlambatan perizinan lahan, serta kesiapan jaringan transmisi PLN dalam menyerap pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang produksinya bergantung pada kondisi alam.

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga perlu diperhatikan. Di samping itu, valuasi sejumlah saham EBT yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko koreksi apabila realisasi penambahan kapasitas pembangkit tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

Dengan mempertimbangkan berbagai katalis dan risiko tersebut, Nafan memberikan rekomendasi not rated terhadap saham TOBA, PGEO, KEEN, dan BREN.

Baca Juga: Dari Kebijakan BI hingga The Fed, Ini Sentimen Pasar Keuangan Pekan Ini

Tapi, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, memberikan rekomendasi trading buy atau accumulation buy untuk TOBA dan PGEO. Untuk TOBA, target harga yang dipatok berada di kisaran Rp 580-Rp 615 per saham. Sementara itu, PGEO memiliki target harga Rp 1.100-Rp 1.140 per saham.

Kemudian Research Analyst MNC Sekuritas, Christian Sitorus, merekomendasikan saham PGEO untuk buy dengan target harga Rp 1.705 per saham, dan juga merekomendasikan investor untuk buy saham KEEN dengan target harga Rp 1.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News