JAKARTA. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013, tingkat literasi keuangan atau akses masyarakat terhadap industri keuangan di Indonesia masih minim. Tingkat literasi atau akses keuangan di Indonesia hanya 20%, jauh lebih rendah dibanding Filipina yang mencapai 27%, Malaysia 66%, Thailand 73%, dan Singapura 98%. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Setiono mengungkapkan, butuh waktu lebih dari lima tahun untuk mewujudkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia setingkat dengan Malaysia, Filipina dan juga Thailand. Rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, antara lain disebabkan oleh faktor geografi Indonesia dan juga segi kompleksitas penduduk, dimana sebanyak 62% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan.
Baru 28% mahasiswa dan pelajar melek keuangan
JAKARTA. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013, tingkat literasi keuangan atau akses masyarakat terhadap industri keuangan di Indonesia masih minim. Tingkat literasi atau akses keuangan di Indonesia hanya 20%, jauh lebih rendah dibanding Filipina yang mencapai 27%, Malaysia 66%, Thailand 73%, dan Singapura 98%. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Setiono mengungkapkan, butuh waktu lebih dari lima tahun untuk mewujudkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia setingkat dengan Malaysia, Filipina dan juga Thailand. Rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, antara lain disebabkan oleh faktor geografi Indonesia dan juga segi kompleksitas penduduk, dimana sebanyak 62% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan.