Baru 52 perusahaan tekstil dapat dana ganti mesin



JAKARTA. Pencairan anggaran progran restrukturisasi industri teksil dan produk teksil (TPT) tahun ini sudah mencapai Rp 34 miliar. Ada sekitar 52 perusahaan tekstil yang menerima dana bantuan dari pemerintah tersebut.

Direktur Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemperin) Ramon Bangun mengatakan Kemperin baru mencairkan 28% dari dana yang disetujui. Saat ini total dana restrukturisasi industri tekstil yang sudah mendapat persetujuan Kemperin sebesar Rp 120 miliar.

Untuk tahun ini, Kemperin menganggarkan dana restrukturisasi industri teksil sebesar Rp 128,5 miliar. Dana ini diperebutkan oleh 173 perusahaan TPT. "Untuk tahun ini dana restrukturisasi mencapai Rp 128,5 miliar," kata Ramon, kemarin.


Hingga saat ini, sudah ada 100 perusahaan yang masuk pembahasan untuk mendapatkan persetujuan dana restrukturisasi. Jumlah ini sudah termasuk perusahaan-perusahaan yang dalam proses pencairan dana.

Anggaran restrukturisasi TPT tahun ini sendiri sebenarnya lebih rendah dari tahun lalu. Tahun lalu, Kemperin menganggarkan dana untuk mengganti mesin lama perusahaan tekstil sebesar Rp 150 miliar untuk 109 perusahaan. "Karena ada pemotongan anggaran Kemperin maka dana restrukturisasinya pun berkurang," katanya.

Meski bantuan permodalan mesin tekstil berkurang, investasi mesin tekstil diprediksi lebih tinggi tahun ini. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat bilang dengan dana restrukturisasi ini, dia menilai akan ada investasi sebesar Rp 2 triliun di bidang permesinan. Tahun lalu, investasi mesin tekstil hanya Rp 1,4 triliun.

Hal ini tidak terlepas dari masih menariknya industri tekstil. Menurut Ade, industri tekstil lokal tahun ini bakal tumbuh positif sekitar 5%.

Bila tahun lalu industri tekstil dalam negeri berhasil mencatatkan penjualan US$ 20,6 miliar, tahun ini penjualan tekstil diproyeksikan bisa mencapai angka US$ 21,6 miliar. Ade bilang, "Industri tekstil di dalam negeri terus tumbuh positif," katanya.

Selain tekstil, ada juga dana restrukturisasi industri sepatu dan penyamakan kulit sebesar Rp 17 miliar. Nilai ini berkurang dari dana tahun lalu yang sebesar Rp 20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: