Baru Dibuka dari Suspensi, Saham Abadi Lestari (RLCO) Langsung ARB 9,77%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) bergerak di zona merah usai Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham alias unsuspend. Pada Jumat (30/1/2026), harga saham RLCO turun hingga sentuh auto reject bawah (ARB) sebesar 9,77% di level Rp 7.850 per saham.

“Suspensi atas perdagangan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 30 Januari 2026,” terang Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterbukaan informasi. 

Saham RLCO telah dihentikan sementara perdagangan alias suspensi sejak tanggal 20 Januari 2026. Kala itu, BEI menyebut, alasan suspensi saham RLCO karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. 


Baca Juga: Komisaris CDIA Erwin Ciputra Borong 2,3 Juta Saham di Tengah Gejolak Pasar

Sebelumnya, manajemen RLCO dalam keterbukaan informasi di BEI pada 26 Januari 2026 mengaku, perusahaan tidak mengetahui secara pasti penyebab pergerakan harga saham RLCO. Namun demikian, Direktur dan Sekretaris Perusahaan RLCO Ayu Amanda berpendapat, pergerakan harga saham RLCO dipengaruhi oleh mekanisme pasar dan kondisi pasar modal secara umum. 

Hingga saat ini menurut Ayu, tidak terdapat informasi atau kejadian material di internal RLCO yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat mempengaruhi pergerakan harga saham RLCO. "Tidak ada informasi atau fakta material lainnya yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan dan/atau keputusan investasi pemodal, yang belum pernah diungkapkan perusahaan,” tegas dia dalam keterbukaan.

RLCO juga mengaku tidak mengalami perkara hukum yang berdampak material yang sedang di hadapi perusahaan maupun anggota Direksi dan Dewan Komisaris RLCO yang belum di ungkapkan kepada publik.

Hingga saat ini, emiten yang bergerak di bidang pengolahan dan pencucian sarang burung walet serta perdagangan produk-produk kesehatan terus memantau perkembangan faktor makroekonomi dan kondisi industri yang dapat mempengaruhi prospek usaha ke depan. Hingga saat ini, kondisi makroekonomi nasional relatif stabil meskipun masih dihadapkan pada tantangan global, seperti fluktuasi nilai tukar dan tekanan inflasi, yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.

Perusahaan ini menilai faktor-faktor tersebut masih dapat dikelola melalui pengelolaan operasional yang prudent, efisiensi biaya, serta penyesuaian strategi usaha. Dengan demikian, perusahaan ini memandang prospek usaha ke depan tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Namun Ayu mengakui jika persaingan usaha di industri sarang burung walet saat ini masih berlangsung secara kompetitif. Persaingan terutama terjadi pada aspek harga, kualitas produk, desain, serta jaringan distribusi.

Baca Juga: Lima Pejabat Mundur Usai IHSG Anjlok, Ini Momentum Reformasi Pasar Modal?

Hingga saat ini, RLCO tidak mencatat adanya pergeseran pangsa pasar yang signifikan. Perusahaan ini menilai posisi usahanya relatif stabil dan tetap mampu bersaing di pasar melalui konsistensi kualitas produk, variasi desain, serta hubungan yang baik dengan pelanggan dan mitra usaha.

Perusahaan ini terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi pemasaran serta pengelolaan operasional guna menjaga daya saing dan mempertahankan pangsa pasar di tengah dinamika industri yang ada.

Selanjutnya: IHSG Dalam Sepekan Melemah 6,94%, Asing Jual Rp 13,9 Triliun di Saham Ini!

Menarik Dibaca: Promo Solaria Habis Hari Ini! Jangan Nyesel Tak Cicip Hematnya Bowl Ayam Teriyaki

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: