Baru Melantai di BEI, Cermati Prospek Saham Keempat Emiten Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat emiten resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (8/5). Keempat emiten tersebut adalah PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE), PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI), dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM).

Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim mencermati secara umum emiten yang baru melantai di bursa memiliki peluang untuk tumbuh. Hal tersebut didukung dari pendanaan yang diterima oleh emiten untuk ekspansi.

Selain itu, perusahaan yang telah resmi go public akan lebih diperhatikan oleh investor maupun publik yang dapat meningkatkan kesehatan emiten dari segi good corporate governance (GCG). 


Status terbuka sebuah emiten juga dapat mendapatkan akses long term financing facilities serta benefit lainnya seperti meningkatkan citra perusahaan dan kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usaha.

Baca Juga: RAAM, DOOH, TYRE, JATI Listing Hari Ini (8/5), Mana yang Prospektif?

“Secara keseluruhan saat ini kami melihat emiten yang baru melantai di bursa tersebut masih memiliki valuasi yang relatif menarik,” terang Lukman.

Dari sisi bottom line, keempat emiten tersebut membukukan pertumbuhan kinerja dan masih akan memberikan prospek jangka panjang dari efek pendanaan yang diterima oleh emiten. Dalam jangka pendek, harga keempat saham yang baru melantai akan cenderung berfluktuasi dan akan dipengaruhi oleh masing-masing sektor.

Lukman menilai RAAM yang berada di sektor entertainment memiliki prospek usaha di ekonomi kreatif dan hiburan yang terus berkembang dan juga sejalan dengan pemerintah untuk terus mengembangkan ekonomi kreatif lokal seiring dengan pertumbuhan teknologi.

"Namun, membuat emiten memiliki persaingan ketat dengan merebut market share," kata Lukman.

Baca Juga: Era Media Sejahtera (DOOH) Bidik Pendapatan Rp 154 Miliar di 2023

Di sisi lain, kinerja perusahaan TYRE dipengaruhi oleh harga komoditas dari bahan baku karet dan bahan kimia yang berasal dari turunan minyak mentah. Sementara kinerja perusahaan JATI dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

DOOH di sektor advertising dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan juga kontrak dari pelanggan yang secara umum didorong oleh pertumbuhan ekonomi khususnya keyakinan konsumen domestik.

Dalam hitungan Lukman, price to earning ratio (PER) JATI sebesar 16 kali, TYRE 44 kali, DOOH sebesar 114 kali, dan RAAM sebesar 18 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati