KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberhentikan Katie Zacharia dari jabatan juru bicara Gedung Putih setelah kurang dari sepekan bertugas. Keputusan tersebut diambil menyusul sorotan terhadap rekam jejak hukumnya serta kritik atas penampilannya dalam konferensi pers dan sejumlah wawancara. Dua pejabat Amerika Serikat yang dikutip Reuters pada Jumat (16/10/2026) mengatakan bahwa Zacharia telah diberhentikan dari posisinya sebagai juru bicara utama Gedung Putih. Menurut kedua pejabat tersebut, Zacharia telah diminta meninggalkan jabatan itu dan sedang menjalani proses transisi keluar. Kepergian Zacharia membuat Trump kehilangan salah satu juru bicara penting pemerintahannya, hanya lebih dari dua pekan sebelum pemilihan paruh waktu atau midterm elections yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Pemilihan tersebut menjadi momentum krusial bagi Trump untuk mempromosikan pencapaian pemerintahannya sekaligus membantu Partai Republik mempertahankan kendali atas Kongres AS.
Baca Juga: ICBC Nomor 1, Ini Daftar 30 Bank Terbesar di Dunia Tahun 2026 Sebelumnya, Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa dirinya telah meminta Zacharia mempertimbangkan kembali keputusannya untuk melanjutkan pekerjaan sebagai juru bicara. Permintaan itu muncul setelah Zacharia menghadapi pemberitaan media yang intens selama hari-hari pertamanya menjabat. "Saya mengatakan kepadanya: 'Saya pikir Anda akan lebih baik jika merasa bahagia, dan saya tidak yakin Anda akan pernah bisa bahagia dalam pekerjaan seperti ini.' Tidak ada yang mudah dalam pekerjaan ini," ujar Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih untuk melakukan perjalanan akhir pekan. Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyarankan Zacharia untuk memikirkan kembali posisinya. "Saya mengatakan kepadanya dengan jujur, 'Jika saya menjadi Anda, saya akan mempertimbangkannya kembali... pikirkanlah. Tetapi saya akan mempertimbangkannya kembali,'" kata Trump. Trump menyatakan akan kembali membicarakan persoalan tersebut dengan Zacharia.
Rekam Jejak Hukum Katie Zacharia Jadi Sorotan
Zacharia mulai bertugas pada Senin dan menggelar konferensi pers perdananya di Gedung Putih pada Selasa. Ia mengatakan menerima telepon mengenai posisi sekretaris pers pada 7 Oktober dan ditawari jabatan tersebut sekitar sepekan sebelumnya untuk menggantikan Karoline Leavitt.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Pasar Mulai Ragu The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga Namun, tak lama setelah mulai bekerja, Zacharia menghadapi pertanyaan mengenai latar belakang profesionalnya, terutama klaim bahwa dirinya pernah berpraktik sebagai pengacara. Dalam pernyataan melalui surat elektronik pada Rabu, Zacharia membela rekam jejaknya di bidang hukum. "Saya berpraktik dalam hukum transaksi internasional, dengan seluruh kredensial yang sesuai," kata Zacharia. Meski demikian, Reuters menyatakan tidak menemukan catatan yang menunjukkan bahwa lulusan sekolah hukum Pepperdine University tersebut terdaftar sebagai pengacara atau anggota organisasi profesi pengacara di negara bagian mana pun di AS maupun di Distrik Columbia. Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis, Zacharia mengakui bahwa dirinya tidak lulus ujian bar exam, yakni ujian yang menjadi salah satu persyaratan untuk memperoleh izin berpraktik sebagai pengacara di Amerika Serikat. Lulusan sekolah hukum di AS tidak dapat secara sah menjalankan praktik hukum tanpa terlebih dahulu memperoleh penerimaan sebagai anggota state bar atau organisasi profesi pengacara di negara bagian terkait. Zacharia maupun pihak Gedung Putih belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar melalui surat elektronik terkait pemberhentiannya. Padahal, pada Jumat sebelumnya, Zacharia masih menyampaikan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya menantikan kesempatan untuk bekerja bersama awak media.
Baca Juga: KFC Ganti Pepsi dengan Coca-Cola Setelah Bermitra Selama Empat Dekade Trump Cari Juru Bicara Baru Menjelang Pemilu AS
Menurut dua orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, Trump merekrut Zacharia setelah menyampaikan kekhawatiran mengenai pemberitaan media terhadap pemerintahannya. Trump disebut menginginkan juru bicara baru yang mampu memperkuat penyampaian informasi mengenai pencapaian pemerintahannya kepada publik. Dalam wawancara melalui telepon dengan Fox News pada Jumat, Trump mengatakan dirinya tidak terburu-buru menunjuk juru bicara pengganti Zacharia.
Kepergian Zacharia dalam waktu singkat membuat masa jabatannya diperkirakan menjadi yang terpendek dalam sejarah posisi juru bicara Gedung Putih. Anthony Scaramucci, yang pernah menjabat sebagai direktur komunikasi Gedung Putih selama 10 hari pada masa pemerintahan pertama Trump, turut menanggapi peristiwa tersebut melalui platform X. "Rekor memang dibuat untuk dipecahkan," tulis Scaramucci. "Namun, saya tidak merasa senang atas penderitaan orang lain," tambahnya.