Baru sebagian kecil nasabah miliki RDI



JAKARTA. Transisi pemisahan rekening nasabah pemain saham masih berlangsung seret. Beberapa sekuritas masih berkutat dalam proses ini, meski Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sudah memberlakukan aturan tersebut sejak Rabu lalu (1/2).

Yunita Lindasari, Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK mengatakan, per 1 Februari lalu, baru 78.635 nasabah memiliki rekening dana investor (RDI). Angka ini 24% dari jumlah nasabah sebesar 320.000 orang. Nasabah yang belum memiliki rekening terpisah tidak boleh melakukan trading alias disuspensi. "Ada 29.000 nasabah yang berkomitmen memisahkan rekening dalam waktu 14 hari kedepan," kata dia.


Beberapa perusahaan sekuritas yang masih memproses pemisahan rekening saat ini antara lain Trimegah Sekuritas dan eTrading Securities. Karman Pamurahardjo, Direktur Eksekutif Investment Banking Trimegah mengatakan, baru 4.000 atau 30% total nasabahnya memiliki RDI.

Proses berjalan lambat, karena Trimegah menemui nasabah secara langsung. Untuk mempercepat proses, sekuritas akan menyiapkan formulir yang sudah diisi data lengkap, sehingga nasabah tinggal membubuhkan tanda tangan.

Fasilitas bank

Manajemen eTrading juga mengatakan, telah melakukan sosialisasi ke nasabah sejak jauh hari. Namun, aplikasi membeludak menjelang Rabu lalu, sehingga sekuritas kesulitan mengurus masalah administrasi yang tidak lengkap.

Selain itu, Bank CIMB Niaga, rekanan eTrading belum memiliki aplikasi Many to Many (M to M). Informasi saja, aplikasi ini memungkinkan satu pihak melakukan transaksi tanpa diketahui lawan transaksi lain. Biasanya, aplikasi ini digunakan di pasar teroganisir seperti bursa.

eTrading memberi waktu CIMB Niaga sampai 21 Februari untuk menyelesaikan pengembangan dan pengetesan. Perusahaan kini sedang bernegosiasi dengan Bank Permata untuk menyediakan layanan RDI.

Agus Susanto, Head of Securities Services Bank CIMB Niaga mengatakan, selama ini pihaknya sudah memiliki layanan online ritel. Layanan bertajuk Bizchannel ini memungkinkan broker melakukan sendiri pemindahan dana secara satu per satu rekening atau secara massal.

Namun eTrading meminta fasilitas host to host dengan metode push. Kami selesai mengembangkan fasilitas ini, dan akan diimplementasikan dalam waktu dekat," katanya, Kamis (2/2). Transaksi M to M juga termasuk rencana pengembangan sistem transaksi CIMB Niaga, yang juga siap implementasi. CIMB telah kerjasama dengan dengan 48 sekuritas dan membuka lebih dari 20.000 rekening investor.

Sementara, PT Indopremier Securities tidak lagi membujuk nasabahnya memiliki RDI. Perusahaan sudah mengumumkan dan memberi arahan pada nasabah sebelumnya. "Jika sampai 31 Januari 2012 tidak memiliki RDI, disuspensi," kata Direktur Utama Indopremier, Alpino Kianjaya.

Pihak sekuritas mengaku, jumlah nasabah yang disuspen si tidak berpengaruh pada transaksi saham. Sebagian besar dari mereka merupakan nasabah tidak aktif. n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News