KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Barzan Holdings resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis senilai US$ 2,3 miliar dengan Republikorp, mitra strategis industri pertahanan Republik Indonesia dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama pertahanan antara Qatar dan Indonesia. Salah satu pilar utama perjanjian tersebut adalah pembentukan perusahaan khusus berbentuk
joint venture (JV) yang akan memimpin operasional di Indonesia.
Baca Juga: Rusun Subsidi Sulit Tumbuh, Asosiasi & Pengamat Soroti Masalah Harga &Skema Penjualan Langkah ini menandai fase transformatif dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor pertahanan. Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Group CEO Barzan Holdings Eng. Mohamed Al Sadah dan Founder Republikorp Norman Joesoef, serta disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Qatar H.E. Sheikh Saud Al Thani. Kerangka kerja sama komprehensif ini dirancang untuk melakukan modernisasi dan peningkatan menyeluruh terhadap sistem-sistem kritikal di ranah kemaritiman (naval) dan darat (land). Melalui joint venture yang baru dibentuk, kedua pihak akan mendorong program modernisasi terintegrasi berskala besar guna meningkatkan kesiapan operasional (
operational readiness) serta interoperabilitas sistem Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan dukungan langsung dari Pemerintah Qatar.
Baca Juga: Dampak Pencabutan Izin PLTA Batang Toru: Bauran dan Investasi EBT Tertekan Di sektor kemaritiman, kerja sama ini mencakup integrasi sistem misi tingkat lanjut serta penerapan solusi digital generasi berikutnya guna memperkuat keandalan dan kesiapan armada maritim Indonesia. Sementara itu, pada ranah darat, kemitraan difokuskan pada integrasi dan peningkatan subsistem esensial, mulai dari sistem persenjataan presisi, munisi, hingga berbagai platform pendukung. Menegaskan nilai strategis kemitraan tersebut, Founder Republikorp Norman Joesoef menyampaikan bahwa kerja sama ini melampaui sekadar pengadaan alutsista. “Signifikansi kemitraan ini jauh melampaui akuisisi perangkat keras. Ini merupakan bukti menguatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar. Dukungan pembiayaan yang kuat dari Barzan, serta pasokan sistem berteknologi tinggi, menjadi faktor fundamental dalam mempercepat peta jalan teknologi kami,” ujar Norman dalam keterangan resminya Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: WSBP Suplai Beton Precast untuk Proyek New Priok Eastern Access Ia menambahkan, kolaborasi ini memungkinkan Indonesia melakukan lompatan kapabilitas (leapfrog) menuju era pertahanan yang lebih maju.
“Kerja sama ini secara langsung memperkuat keunggulan teknologi TNI dan memastikan angkatan bersenjata dibekali sistem yang paling mutakhir dan interoperable untuk menjaga kedaulatan negara di tengah lanskap geopolitik global yang semakin kompleks,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News