BASF Bantu Petani Bawang Merah Hadapi Serangan Hama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan hama masih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas bawang merah. Bagi petani, kemampuan mengendalikan serangan hama secara efektif menjadi bagian penting dalam membantu menjaga kondisi tanaman sepanjang musim budidaya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, BASF Agricultural Solutions terus memperkuat dukungannya kepada petani melalui Cimegra, yang tahun ini memasuki tahun ketiganya di Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2023, Cimegra telah membantu petani bawang merah menghadapi sejumlah hama serangga utama, termasuk Thrips, Spodoptera, dan Plutella. Selama beberapa musim tanam, produk ini telah menunjukkan kinerja yang konsisten dalam membantu melindungi tanaman dari kerusakan akibat hama dan mempertahankan produktivitas.

Baca Juga: Rupiah ke Rp18.000, Ikappi: Belum Berdampak ke Pasar, tapi Harga Bawang Merah Melejit


Salah satu manfaat utama Cimegra adalah proposisi “tuntas dalam 3,5 jam”, di mana ulat sasaran berhenti makan dalam waktu 3,5 jam setelah aplikasi*. Hal ini membantu meminimalkan kerusakan tanaman akibat aktivitas hama sekaligus mendukung petani dalam menjaga produktivitas tanaman.

“Pengendalian hama yang efektif dan andal tetap menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan budidaya bawang merah. Selama tiga tahun perjalanan Cimegra® di Indonesia, kami melihat bahwa kebutuhan petani tidak hanya sebatas memiliki solusi untuk mengendalikan hama, tetapi juga mendapatkan pemahaman dan dukungan yang tepat agar solusi tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal di lapangan. Karena itu, bagi BASF, inovasi harus selalu berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi petani dan diterjemahkan menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Jerico Gascon, Country Head, BASF Agricultural Solutions Indonesia, Jumat (2/10/2026).

Memperkuat Koneksi dengan Petani

Untuk menandai tiga tahun perjalanan Cimegra® di Indonesia, BASF menggelar Gebyar Cimegra Secepat Kilat di Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 1.000 petani bawang merah dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat kinerja produk secara langsung dalam kondisi lapangan, bertukar pengalaman, serta mempelajari lebih lanjut mengenai pengendalian hama dan praktik aplikasi terbaik.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan BASF untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas pertanian. Selain menghadirkan inovasi produk, akses terhadap pengetahuan dan pemahaman mengenai praktik aplikasi menjadi bagian penting agar petani dapat memperoleh manfaat yang optimal dari solusi yang digunakan.

Peran Cimegra tidak hanya terbatas pada budidaya bawang merah. Produk ini juga telah terdaftar untuk digunakan pada berbagai komoditas penting lainnya, termasuk jagung, tomat, kubis, dan kedelai, sehingga dapat membantu petani dalam mengendalikan hama serangga utama di berbagai sistem pertanian.

Melalui perjalanan Cimegra selama tiga tahun di Indonesia, BASF terus membawa pendekatan yang menggabungkan inovasi produk, keahlian teknis, berbagi pengetahuan, dan keterlibatan langsung dengan petani. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen BASF untuk memahami tantangan lokal dan menghadirkan solusi yang relevan bagi komunitas pertanian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News