JAKARTA. Perusahaan transportasi batubara PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) terkena imbas lesunya bisnis batubara. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan ini hanya memperoleh pendapatan Rp 70,2 miliar atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp 81,5 miliar). Tetapi, laba bersih perusahaan naik menjadi Rp 2,6 miliar. Dua perusahaan penyumbang pendapatan Rimau adalah PT Multi Mekar Lestari (MML) dengan bisnis penjualan batubara menyumbang pendapatan Rp 58 miliar sedangkan PT Rimau Shipping (RS) dengan bisnis pengangkutan batubara memperoleh pendapatan Rp 12,1 miliar. Komisaris Utama CMPP Donny Pranoto menyatakan, meski harga batubara sedang tidak ekonomis, yaitu US$ 25 per ton, permintaan masih ada. Karena itu, volume penjualan batubara MML naik sebesar 104.000 ton.
Batubara lesu, Rimau masuk listrik
JAKARTA. Perusahaan transportasi batubara PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) terkena imbas lesunya bisnis batubara. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan ini hanya memperoleh pendapatan Rp 70,2 miliar atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp 81,5 miliar). Tetapi, laba bersih perusahaan naik menjadi Rp 2,6 miliar. Dua perusahaan penyumbang pendapatan Rimau adalah PT Multi Mekar Lestari (MML) dengan bisnis penjualan batubara menyumbang pendapatan Rp 58 miliar sedangkan PT Rimau Shipping (RS) dengan bisnis pengangkutan batubara memperoleh pendapatan Rp 12,1 miliar. Komisaris Utama CMPP Donny Pranoto menyatakan, meski harga batubara sedang tidak ekonomis, yaitu US$ 25 per ton, permintaan masih ada. Karena itu, volume penjualan batubara MML naik sebesar 104.000 ton.