Batulicin Nusantara Maritim (BESS) Optimistis Kinerja Tumbuh Hingga 8% pada Tahun Ini



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) memproyeksikan kinerja pada tahun ini akan tumbuh seiring dengan aktivitas pengangkutan batubara dan nikel yang meningkat. 

“Di sepanjang tahun ini kurang lebih kinerja akan tumbuh 5% sampai dengan 8%,” ujar Komisaris Utama Batulicin Nusantara Maritim, Sarman Simanjorang kepada Kontan.co.id, Rabu (20/12)

Sampai dengan September 2023, BESS mencatatkan laba periode berjalan berjalan Rp 51,07 miliar. Laba tersebut melonjak 46,39% dari sebelumnya Rp 34,89 miliar. Namun pendapatan perusahaan jasa pengangkut batubara ini justru turun menjadi Rp 262,03 miliar dari sebelumnya Rp 307,28 di September 2022. 


Meski demikian BESS membukukan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 22,55% yoy menjadi Rp 177,68 miliar dari sebelumnya Rp 228,54 miliar di kuartal III 2023. 

Baca Juga: Laba Batulicin Nusantara Maritim (BESS) Naik 46,39% Hingga Kuartal III-2023

Sebelumnya, Direktur Batulicin Nusantara Maritim Yuliana menyampaikan bahwa positifnya bisnis batu bara dan nikel turut mendukung kinerja BESS. Selain berhasil mencatatkan pertumbuhan laba, net profit margin BESS juga naik menjadi 19,58% per kuartal III-2023 dari 11,35% per kuartal III-2022.

“Dengan inisiatif ekspansi industri nikel ini ditunjang dengan pemulihan pada industri batu bara, BESS dapat mendorong pertumbuhan perusahaan yang lebih baik pada tahun 2023,” ungkapnya, dalam siaran pers, Senin (20/11).

Saat ini BESS sudah mengoperasikan khusus 2 set kapal tunda dan tongkang untuk fokus melayani jasa pengangkutan laut nikel di wilayah Morowali utara, Sulawesi Tengah.

Yuliana menuturkan apabila diperlukan maka BESS akan melakukan penambahan unit kapal baru yang terfokus di industri nikel guna mendukung pemenuhan jasa pengangkutan laut nikel di Indonesia.

BESS saat ini telah memiliki 18 set tugboat dan 18 tongkang yang semuanya sudah dipastikan aman dan andal untuk beroperasi. Perusahaan juga memiliki Landing Craft Tank (LCT), yakni kapal yang digunakan untuk transportasi di laut dan perairan dangkal.

Kapal LCT biasanya digunakan untuk pengiriman antar pulau atau antar lokasi dengan jenis muatan (cargo) berupa barang berukuran besar dan alat berat. Dengan Kapal LCT, alat-alat dan bahan-bahan tersebut dapat diangkut hingga ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan kapal pengangkut biasa.

Di sisi lain, BESS tetap optimistis permintaan batu bara secara global diperkirakan akan tetap tinggi. Meskipun harga batu bara sempat terkoreksi pada awal tahun, tetapi permintaan batu bara akan naik signifikan pada pengujung tahun di bulan Oktober–Desember 2023.

“Industri batu bara meningkat pada kuartal IV/2023 karena adanya winter season demand yang di mana hal ini akan berpengaruh juga pada pemulihan harga batu bara,” tandasnya.

Prospek Bisnis 2024 

Komisaris Utama Batulicin Nusantara Maritim, Sarman Simanjorang menuturkan, di tahun depan pihaknya melihat ada sejumlah tantangan, yakni tahun politik dapat mempengaruhi penjualan batubara sehingga berimbas pada lalu lintas jasa pengangkutan. 

“Penjualan batubara mungkin akan tertahan oleh pelanggan karena tahun politik tersebut,” ujarnya. 

 
BESS Chart by TradingView

Meski demikian, dirinya masih optimistis bisnis tahun depan masih cukup on the track dengan rencana bisnis tahun ini. 

“Saat ini perusahaan juga masih menunggu keputusan manajemen dalam penambahan armada,” tandasnya. 

Sampai dengan kuartal III 2023, BESS mencatatkan arus kas neto untuk investasi Rp200,57 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp8,30 miliar. Kas dan bank pada akhir periode September 2023 pun mencapai Rp103,59 miliar dari sebelumnya Rp148,40 miliar.

BESS pun meningkatkan ekuitas menuju Rp544,59 miliar dibandingkan sebelumnya Rp492,35 miliar. Total aset BESS mencapai Rp685,39 miliar per September 2023, dari sebelumnya Rp772,66 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .