KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten logam bahan konstruksi, PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (
BAUT) membidik pertumbuhan kinerja positif pada 2026. Untuk mencapainya, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi. Untuk diketahui, perusahaan mengincar pencapaian penjualan neto bertumbuh lebih dari 30% menjadi Rp180 miliar pada 2026. Manajemen juga mengincar perolehan laba bersih yang berkelanjutan mulai tahun ini.
Foong Tak Hoy, Direktur Utama BAUT, mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi dan mengeksekusi proyek strategis untuk mendorong pendapatan yang berkualitas. Selain itu, perusahaan juga melakukan implementasi roadmap digital dalam efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan. “Dengan ekspansi yang akan dilakukan Perseroan sebagai target 2026 dan akselerasi digital, Perseroan berada pada jalur yang solid untuk mencapai pertumbuhan omzet >30%,” ungkap Foong, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Pasar Makin Padat, Brand Sportswear Cari Pertumbuhan di Luar Penjualan Produk Sebagai upaya mencapai pertumbuhan tahun ini, BAUT berencana menambah 2 outlet RJ Steel, terutama di DKI Jakarta. Pembukaan outlet baru ini akan dilakukan secara bertahap pada 2026. Ia melanjutkan, perusahaan juga menerapkan strategi efisiensi biaya dengan target optimasi hingga 6% pada 2026. Strategi ini dilakukan dengan beberapa cara, antara lain optimalisasi struktur biaya, efisiensi operasional di seluruh unit kerja, serta mengalokasikan sumber daya ke area bernilai tambah dan berpotensi tinggi. “Strategi tersebut bertujuan mendorong profitabilitas berkelanjutan di FY2026 dan seterusnya,” katanya. Dalam upaya meningkatkan omzet, BAUT terus menggandeng perusahaan manufaktur, konstruksi, furnitur, dan proyek-proyek strategis nasional. Perusahaan juga secara berkala dan terus-menerus melakukan promosi untuk merek FastFix yang telah diluncurkan pada tahun 2024. Sejumlah proyek yang dijalankan pada tahun 2025 di antaranya Masjid Agung Palu, proyek smelter Manyar, proyek Amman Mineral, pengembangan data center, hingga Koperasi Merah Putih.
“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor,” sebutnya.
Per kuartal I-2026, BAUT tercatat membukukan penjualan sebesar Rp28,91 miliar, turun dibandingkan Rp30,95 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. Namun, kerugian berhasil dipangkas dari semula Rp6,75 miliar di kuartal I-2025 menjadi Rp3,21 miliar pada periode ini. “Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat, tata kelola yang kuat, serta semangat inovasi yang berkelanjutan, BAUT akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif serta nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News