Bayan Resources (BYAN) Buka Suara Soal Rumor Akuisisi oleh Haji Isam



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akhirnya angkat bicara menanggapi rumor yang beredar bahwa perusahaan tambang batu bara ini akan diakuisisi oleh pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero mengatakan saat ini BYAN tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan akuisisi saham perusahaan seperti informasi yang beredar di publik. 

Namun pemegang saham pengendali BYAN telah menyampaikan kepada perusahaan bahwa sebagai investor, mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi di BYAN.


Baca Juga: Saham Bayan (BYAN) Melesat 19,97% di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam, Ini Kata Analis

"Sampai saat ini, BYAN tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," tulis Jenny di keterbukaan informasi, Selasa (18/8/2026).

Jenny juga menyampaikan, perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik.

Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya, Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong melesat 19,97% ke level Rp 17.275 per saham pada penutupan perdagangan, Selasa (18/8/2026). Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga saham ini sudah melonjak 43,66%. 

Lonjakan saham emiten tambang batu bara tersebut terjadi di tengah beredarnya rumor akuisisi oleh pengusaha asal Kalimantan Haji Isam. Kabar yang beredar di salah satu media daring menyebutkan Haji Isam berencana mengambil alih sebagian besar atau sekitar 62% saham BYAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News