Bayan Resources (BYAN) Siapkan Capex hingga US$ 250 Juta di 2023, Ini Penggunaannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sepanjang tahun ini PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 220 juta hingga US$ 250 juta untuk sejumlah keperluan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bayan Resources Jenny Quantero menjelaskan, capex ini akan digunakan untuk berbagai proyek perluasan tambang.

Melansir laporan tahun 2022, ada sejumlah kegiatan di tambang yang akan dilakukan BYAN di sepanjang tahun ini. Misalnya saja, kegiatan eksplorasi dilanjutkan di Proyek Tabang dengan pengeboran yang dikonsentrasikan di konsesi Tiwa Abadi, Brian Anjat Sentosa, dan Bara Tabang. Selama tahun 2022, total 246 lubang bor dengan total 26.136 meter telah diselesaikan di konsesi tersebut. Pengeboran akan berlanjut hingga 2023.


Baca Juga: Bayan Resources (BYAN) Targetkan Produksi dan Penjualan Batubara 48 Juta Ton di 2023

Selain itu pihaknya juga melanjutkan eksplorasi di deposit FKP Barat yang berpotensi memperpanjang umur proyek TSA/FKP. Selama tahun lalu total 390 lubang bor dengan total 25.704 meter diselesaikan di area tersebut. Pengeboran akan berlanjut hingga 2023.

Tidak hanya itu, Bayan juga memulai pengeboran di konsesi GBP Blok 2 pada tahun 2022 dengan total 225 lubang bor dan 20.936 meter. BYAN juga berupaya untuk mengaktivasi kembali GBP Blok 2 pada 2023.

“Capex juga digunakan termasuk untuk kelanjutan konstruksi jalan pengangkutan batubara baru sepanjang 101 km ke Sungai Mahakam dan fasilitas pemuatan tongkang baru di Sungai Mahakam,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (27/4).

Selain itu capex di tahun ini akan dialokasikan untuk perluasan kapasitas throughput di Balikpapan Coal Terminal (BCT) dan berbagai proyek lain berskala lebih kecil serta berbagai penggantian peralatan penanganan batubara bergerak.

Jenny menjelaskan di sepanjang tahun lalu BYAN menghabiskan belanja modal senilai US$ 207,9 juta atau tidak mencapai target budget yang dipersiapkan senilai US$ 267 juta.

Dia menjelaskan, tidak tercapainya realisasi belanja modal sesuai budget lantaran progress yang lambat dari jalan angkut batubara atau coal hauling road Tabang dan overland conveyor facilities, terutama akibat curah hujan tinggi di sepanjang semester I 2022.

Direktur Bayan Resources Alastair McLeod menjelaskan belanja modal di tahun ini sebagian dialokasikan untuk menyelesaikan jalan angkut sepanjang 101 km dari Proyek Tabang ke Sungai Mahakam.

Baca Juga: Volume Produksi Batubara Bayan Resources (BYAN) Naik Pada Tahun 2022

Mengutip kembali Laporan Tahunan 2022, tercatat perkembangan pembangunan jalan angkut sepanjang 101 km diperkirakan sudah selesai 84% secara fisik.

Namun, akibat cuaca musim hujan selama tahun lalu mengakibatkan beberapa penundaan dari jadwal yang telah ditentukan.

“Maka itu capex ini digunakan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Kami berencana menyelesaikan jalan angkut ke Sungai Mahakam di tahun ini,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Namun sayang ketika ditanya mengenai realisasi belanja modal di kuartal I 2023 manajemen BYAN belum berkenan menjawab. McLead bilang, agar publik menunggu pengumuman yang akan disampaikan kemudian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi