Bayar Dividen Rp 29.200 Per Lot, Apakah Saham Blue Chip Turun Harga Ini Layak Beli?
Senin, 04 Mei 2026 05:00 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kesempatan masih terbuka untuk mendapatkan dividen dari salah satu saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 29.200 per lot. Dengan dividen tersebut, apakah saham blue chip ini memiliki prospek cerah untuk investasi? Saham blue chip adalah saham lapis satu yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Di BEI, saham blue chip menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45. Saham LQ45 yang akan bayar dividen Rp 29.200 per lot adalah PT Astra International Tbk atau ASII. Pembayaran dividen saham ASII akan memasuki cum date besok Selasa 5 Mei 2026.
Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen date dan menyimpannya hinggal tanggal pencatatan. Baca Juga: Tak Lagi Rugi, Emiten Pengelola Hypermart (MPPA) Raih Laba Rp 1,6 Miliar Mengutip pengumuman di laman ksei.co.id, ASII akan membagi dividen tunai senilai Rp 292 per saham. Sebelumnya, perusahaan milik Grup Astra ini telah membagikan dividen interim sebesar Rp 98 per saham. Dengan demikian, total dividen ASII dari tahun buku 2025 sebesar Rp 390 per saham. Adapun, tanggal terakhir perdagangan saham ASII yang memuat hak dividen alias cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Mei 2026. Artinya, jika mengincar dividen, tapi belum punya saham, masih ada kesempatan membelinya paling lambat pada tanggal tersebut. Begitu pula bagi yang sudah punya saham ASII, wajib memegangnya hingga akhir perdagangan pasar 7 Mei 2026, jika tidak mau kehilangan hak dividen. Pemegang saham yang berhak atas dividen ASII akan menerima pembayaran dividen pada 25 Mei 2026. Tonton: Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok, Transaksi Tembus Rp 54 Miliar Berikut detail jadwal dividen final ASII tahun buku 2025:
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 5 Mei 2026.
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 6 Mei 2026.
Cum Dividen (Pasar Tunai): 7 Mei 2026.
Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 7 Mei 2026.
Payment Date (Pembayaran Dividen): 25 Mei 2026
Sebagai pertimbangan, harga saham ASII pada akhir perdagangan Jumat 1 Mei 2026 parkir di Rp 5.975, turun 75 poin atau 1,24% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan asumsi membeli saham pada harga tersebut, maka potensi yield dividen atau tingkat pengembalian dari modal yang diinvestasikan pada saham tersebut sekitar 4,88%. Tonton: Industri Rokok Padat Karya Tertekan, Wacana Kebijakan Baru Picu Kekhawatiran PHK Rekomendasi Saham Di tengah tren pelemahan harga saham dan rencana dividen, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan accumulative buy ASII dengan target harga di Rp 7.900. Menurutnya, ASII memiliki prospek kinerja yang cerah seiring kembali beroperasinya bisnis tambang emas Martabe. Terhentinya bisnis tambang emas Martabe turut menekan kinerja ASII pada kuartal I-2025. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, ASII membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 78,66 triliun. Ini turun 5,63% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 83,36 triliun. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ASII turun 15,61% secara tahunan menjadi Rp 5,85 triliun di kuartal I-2025 dari capaian kuartal I-2025 sebesar Rp 6,93 triliun.
“(Martabe) Ini harusnya bisa mendorong pemulihan margin karena tambang emas ini memiliki margin 8% yang jauh lebih tinggi dan stabil dibanding jasa batubara atau penjualan alat berat,” katanya saat dihubungi Kontan, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, kata Nafan, pergerakan harga emas dunia yang masih kuat pada tahun buku 2026 bisa menjadi katalis tambahan dari Tambang Emas Martabe yang akan membantu menyeimbangkan dan berfungsi sebagai hedging.
Campak Masih Bunuh 95.000 Orang Setahun, WHO: Vaksin Telah Selamatkan 59 Juta Nyawa