KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inovasi varietas, teknologi, dan pendampingan agronomi menjadi bagian penting dalam membantu petani menghadapi tantangan budidaya dan ketidakpastian iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Niño kuat berpotensi memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026. Menghadapi kondisi tersebut, Bayer membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya melalui varietas jagung DEKALB DK79C Kuat. Varietas ini memiliki rendemen pipilan hingga 82%, batang kokoh yang lebih tahan rebah dan busuk batang, serta masa panen sekitar 100 hari.
Bayer Pacu Produktivitas Jagung Lewat Inovasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inovasi varietas, teknologi, dan pendampingan agronomi menjadi bagian penting dalam membantu petani menghadapi tantangan budidaya dan ketidakpastian iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Niño kuat berpotensi memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026. Menghadapi kondisi tersebut, Bayer membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya melalui varietas jagung DEKALB DK79C Kuat. Varietas ini memiliki rendemen pipilan hingga 82%, batang kokoh yang lebih tahan rebah dan busuk batang, serta masa panen sekitar 100 hari.